6 Tempat Wisata di Limboto, Kabupaten Gorontalo    - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Alam, Daftar Wisata

6 Tempat Wisata di Limboto, Kabupaten Gorontalo   

Pulau Diyonumo di Gorontalo

Pulau Diyonumo, Tempat Wisata di Limboto – Photo credit: nativeindonesia.com

Tempat Wisata di Limboto – Limboto adalah sebuah kota kecamatan yang sekaligus merupakan ibukota Kabupaten Gorontalo. Kota kecamatan Limboto memiliki 12 Kelurahan, diantaranya adalah Kelurahan Biyonga, Bolihuangga, Bongohulawa, Bulota, Dululanaa, Hepuhulawa, Hunggaluwa, Hutuo, Kayubulan, Kayumerah, Malahu, Polohungo, Tenilo dan Tilihuwa.

Ke-12 kelurahan di Kecamatan Limboto tersebut memiliki banyak potensi wisata alam yang sangat menawan. Misalnya, Danau Limboto yang kedalamannya mencapai 5 – 8 meter dan sangat terkenal sebagai destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan.

Tetapi, akan terasa kurang afdhol apabila kamu berkunjung ke Kabupaten Gorontalo tetapi tidak mengunjungi destinasi wisata lain di kabupaten ini yang juga amat menarik. Kabupaten Gorontalo juga memiliki destinasi wisata, seperti Masjid Walima Emas, Hutan Pinus Dulamayo, Bukit Layang, Bukit Cinta, Pantai Biluhu Timur, Pantai Taula’a Bilato dan Pulau Diyonumo.

Nah, dari sekian banyak wisata yang disuguhkan itu, berikut ini kita akan mengulas 6 tempat wisata di Limboto dan sekitar Kabupaten Gorontalo yang menjadi wisata unggulan disana. Simak terus ya!

1. Rumah Adat Bantayo Poboide

Rumah Adat Bantayo Poboide di Gorontalo

Rumah Adat Bantayo Poboide – Photo credit: halbolnasn.blogspot.com

Jejak sejarah Kabupaten Gorontalo tertinggal di rumah adat kerajaan yang juga disebut dengan Bantayo Poboide. Rumah adat ini dibangun oleh Kolonel A.U MI Liputo yang memiliki gelar kehormatan Tauwa La Lahuwa, gelar kehormatan tertinggi seorang pemimpin di Gorontalo.

Baca juga ya:

  • Suku Toraja memiliki Rumah Adat unik yang harus kamu kunjungi nih!
  • Rumah Mbaru Niang, Rumah Adat di NTT ini memiliki bentuk yang unik banget!

Tauwa berarti khalifah yang menjadi pedoman atau teladan. Rumah adat yang berdiri sejak tahun 1985 itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Gorontalo. Selain lambang kebanggaan suatu daerah, rumah adat juga bisa menjadi objek wisata sejarah yang dapat meningkatkan pendapatan daerah.

Begitu pula dengan Rumah Adat Bantayo Poboide di Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo ini. Rumah adat ini kini menjadi Tempat Wisata di Limboto yang sering dikunjungi wisatawan.

Rumah adat yang dibangun untuk melakukan musyawarah adat oleh semua pemuka adat ini juga digunakan untuk menggelar kegiatan-kegiatan budaya seperti pagelaran budaya, melakukan prosesi ritual tertentu dan sebagainya.

Meskipun kini rumah adat ini tidak lagi difungsikan sebagaimana mestinya, namun kamu dapat melihat beberapa peralatan adat dan benda-benda bersejarah lain yang masih tersimpan dengan baik disini.

2. Danau Limboto

Danau Limboto di Gorontalo

Danau Limboto – Photo credit: backpackerjakarta.com

Danau Limboto yang terletak di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo ini merupakan destinasi wisata sekaligus kekayaan alam yang menakjubkan. Sayangnya, danau ini semakin berkurang luasnya setiap tahun.

Pada 1930 silam, luas danau ini masih 7000 hektar. Kini, luasnya hanya tinggal 3000 hektar saja. Tak heran apabila danau ini merupakan satu dari 15 danau kritis yang sedang direvitalisasi di Indonesia.

Namun meski begitu, danau ini masih memiliki daya tarik dengan empat keunikannya. Diantaranya, terhubung dengan lautan lepas, merupakan habitat dari burung dan ikan migran, terdapat geothermal (panas bumi) serta merupakan muara bagi 23 sungai di sekitarnya.

Setidaknya, ada tiga spesies ikan yang tinggal di danau ini pada masa pertumbuhannya sebelum ketiga spesies ikan itu ke laut untuk bertelur dan memijah. Pinggiran danaunya yang berlumpur adalah hasil substrat yang kaya unsur hara. Sehingga, burung-burung migran menjadikan kawasan ini untuk mencari makan.

Di bagian barat danau, terdapat sumber air panas yang memiliki suhu stabil yaitu 75 derajat sepanjang waktu. Lokasi sumber mata air panas ini juga dijadikan sebagai kawasan wisata alam.

3. Pulau Diyonumo, Tempat Wisata di Limboto yang indah

Pulau Diyonumo di Gorontalo

Pulau Diyonumo, Tempat Wisata di Limboto – Photo credit: nativeindonesia.com

Pulau kecil nan indah yang terletak di Desa Deme, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo ini merupakan pulau tak berpenghuni dan masih jarang dikunjungi. Nama Pulau Diyunumo mungkin belum banyak dikenal orang. Tapi keindahan sudah menjadi konsumsi dunia maya.

Jika kamu ingin mengunjungi tempat ini, jangan harap kamu akan menemukan fasilitas khas tempat wisata disini. Jadi, siapkan perbekalan dan perlengkapanmu sebelum kesini ya.

Berkemah di Pulau Diyonumo ini sangat direkomendasikan karena kamu dapat menjelajahi keindahan alam Diyonumo ini dengan lebih leluasa. Kamu juga bisa mencoba mencoba pengalaman memancing dan membakar berbagai jenis ikan laut di pulau ini.

Jika kamu beruntung, kamu akan menjumpai nelayan yang mampir ke pulau ini. Kamu bisa membeli ikan atau cumi-cumi untuk dimasak di tenda kemahmu. Nelayan sekitar terhitung sering mampir ke pulau ini.

Untuk sampai di Pulau Diyonumo ini, kamu bisa menempuh perjalanan darat dengan kendaraan bermotor dari pusat Kota Gorontalo. Jaraknya dapat ditempuh selama 2 – 3 jam perjalanan. Setelah sampai di daerah Kecamatan Sulamata, kamu akan meneruskan perjalanan hingga Desa Deme 2 dimana kamu akan menyeberang ke Pulau Diyunumo.

Kamu bisa menyeberang dengan perahu-perahu nelayan milik warga lokal yang biasa digunakan untuk mencari ikan. Waktu untuk menyeberang ini tidak lebih dari 15 menit saja. Sesaat kamu menginjakkan kaki di pantainya, mungkin terlihat biasa saja. Namun, cobalah untuk menjelajahi bagian-bagian lain dari pulau kecil ini.

Leave a Reply