Tapi Ingat Pulang

Tari Adat

6 Tari Adat Tradisional dari Lampung

, Tari Adat Tradisional dari Lampung

Tari Cagget, Tari Adat Tradisional dari Lampung - Foto: sekitarlampung.com

Tari Adat Tradisional dari Lampung – Lampung adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di Pulau Sumatra paling selatan. Sementara Bandar Lampung sendiri terbentuk oleh gabungan dua kota yang terpisah yakni Tanjung Karang (daerah perbukitan) dan Teluk Betung (pantai teluk Lampung).

Kemudian pada tahun 1990 Pemda berhasil menyatukan beberapa daerah menjadi sebuah kota yang terpadu yaitu Bandar Lampung. Lampung memang kaya akan wisata alam maupun buatan yang sering dikunjungi oleh wisatawan.

Selain itu, provinsi ini juga memiliki aneka ragam kebudayaan dan kesenian yang cukup terkenal. Salah satu kesenian yang masih terjaga kelestariannya yaitu tari adat lampung.

6 Tari Adat Tradisional dari Lampung

1. Tari bedana

Tari Bedana, Tari adat tradisional dari Lampung

Tari Bedana, Tari adat tradisional dari Lampung – Foto: YouTube

Tari bedana merupakan tarian adat Lampung yang kental akan ajaran syariat Islam. Tari bedana juga dijadikan sebagai gambaran kehidupan masyarakat Lampung yang memiliki sifat ramah serta terbuka.

Menurut sejarah, tari bedana ini berkaitan dengan masuknya ajaran Islam yang dulunya ditarikan oleh kaum pria secara berkelompok ataupun berpasangan dan hanya bisa dipertontonkan oleh keluarga.

Pada zaman dulu, tarian ini hanya digelar khusus untuk keluarga yang khatam Al-Quran. Namun seiring berjalannya waktu, tari bedana dapat disaksikan dan dimainkan ketika acara adat.

2. Tari cangget

Tari cangget adalah salah satu tari adat tradisional dari Lampung yang di tarikan oleh para pemuda-pemudi setempat. Pada tahun 1942 atau sebelum bangsa Jepang datang ke Indonesia tarian ini sering dimainkan ketika ada acara yang berkaitan dengan gawai adat.

Tari cangget

Tari cangget, tari adat tradisional dari lampung – Foto: blogkulo.com

Misalnya: upacara pendirian rumah, panen raya, dan untuk menghantarkan seseorang yang akan pergi beribadah haji. Pada saat pementasan tari ini berlangsung, biasanya terdapat alat musik tradisional yang mengiringi. Alat musik tersebut yaitu 1 buah bende, 2 buah gong, 1 gendang, 8 hingga 12 lunik, canang dan 2 pepetuk.

Kebanyakan masyarakat Lampung menjadikan tarian ini sebagai ciri khas Provinsinya. Dimana nantinya seluruh orang berkumpul menjadi satu, dan mengikuti upacara serta saling berkenalan antar sesama.

3. Tari sembah

Tari sembah merupakan salah satu tari adat tradisional dari Lampung yang ditampilkan oleh masyarakat untuk acara penyambutan dan penghormatan tamu undangan. Masyarakat Lampung sering menyebut tari sembah ini dengan julukan tari penyambutan.

Sejarah Tari Sembah

Sejarah Tari Sembah – sumber : artikel laporan perjalanan

Dalam pembawaannya, biasanya para penari menampilkan ekspresi rasa gembira. Selain dijadikan untuk penyambutan tamu, tari sembah juga ditampilkan dalam acara upacara selamatan maras taon dan juga resepsi pernikahan.

Busana yang dikenakan dalam tarian ini biasanya busana khas daerah Lampung. Misalnya busana pengantin asli suku Lampung dengan siger dan tanggai. Terdapat keunikan di dalam tari sembah, di mana dalam pementasannya mempertunjukan aksi tabur beras kunyit.

Penaburan ini dijadikan sebagai simbol doa permohonan kegembiraan dan keselamatan bagi para tamu yang hadir. Di era sekarang ini, tari tradisional sembah dapat dipentaskan dalam acara nasional  ataupun internasional.

Selain memiliki keunikan, tari sembah pun mempunyai ciri khas yang terletak pada penarinya yaitu memakai kuku panjang terbuat dari emas ataupun tembaga dan menarikan dengan gerakan lemah gemulai.

4. Tari sigeh pengunten

Tari Sigeh Pengunten

Tari Sigeh Pengunten – Foto: IndonesiKarya.com

Tari sigeh pengunten adalah pengembangan dari tari sembah khas Lampung. Untuk gerakan dari tari sigeh diserap dari beberapa campuran tari tradisional Lampung. Sehingga kemungkinan kebudayaan yang dimiliki oleh Provinsi Lampung bisa diperkenalkan melalui tarian ini.

Selain itu, kini tari sigeh pengunten juga digelar untuk prosesi acara ritual penyambutan resepsi pernikahan. Gambaran mengenai tarian ini yaitu  mengisahkan rasa gembira atas kedatangan tamu undangan dan sebuah bentuk penghormatan terhadap tamu undangan yang telah hadir.

Para penari tari sigeh pengunten menggunakan busana asli dari penari sembah, yaitu baju kurung (sesapur) berwarna putih. Atau bisa juga memakai baju yang tak memiliki rangkai di bagian sisi, namun pada sisi bawah terdapat hiasan berbentuk koin berwarna emas atau perak dan digantungi berangkai.

Sedangkan pada bagian bawahannya, para penari mengenakan kain tapis seperti kain tenun tradisional khas Lampung yang terbuat dari bahan katun bersulam emas dan motif tumpal atau pucuk rebung.

5. Tari sekura

Tari Sekura

Tari Sekura – Foto: TakimZone

Tari sekura atau tarian topeng atau bahasa lokalnya Tari Tuping digelar dalam pada acara pesta adat sekura yang dilakukan setiap awal bulan syawal. Tarian ini bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur, sukacita dan introspeksi pada sikap dan tingkah laku yang telah diperbuat.

Berdasarkan penokohannya, tarian ini terbagi atas beberapa karekter. Diantaranya adalah: sekura anak, sekura tuha, sekura kesatria, sekura cacat, sekura raksasa dan juga sekura binatang.

6. Tari nyambai

Tari nyambai Tarian adat Lampung

Tari nyambai Tari adat tradisional dari Lampung – foto rakanila.com

Tari adat tradisional i darLampung ini sering dimainkan ketika tradisi pagelaran peresmian gelar adat sekaligus bersamaan dengan acara upacara perkawinan. Asal mula nyambai diserap dari kata cambai yang sirih. Di mana Sirih di sini menyimbolkan kebersamaan ataupun keakraban di masyarakat Lampung.

Filosofi dibalik kata nyambai sebetulnya memiliki makna antara pria dengan gadis yang dipertemukan untuk berkenalan dan menyambung tali silaturahmi. Nah, jadi dapat disimpulkan bahwa tari nyambai dapat digunakan untuk ajang pencarian jodoh bagi pria dan gadis tersebut.

Dalam pelaksanaannya, tari tradisional ini diikuti oleh para kaum bangsawan. Tarian dipentaskan di lamban gedung yang merupakan tempat tinggal ketua adat atau kepala suku sekaligus tempat musyawarah.

 

Leave a Reply