5 Upacara Adat Suku Banjar Yang Masih Dilakukan - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Budaya, kebudayaan

5 Upacara Adat Suku Banjar Yang Masih Dilakukan

Bausung pengantin

Bausung pengantin - foto ig @dioalif41

Upacara Adat Suku Banjar  –  Suku Banjar merupakan suku asli Kalimantan Selatan yang sebagian besar bermukim di kawasan Banjarmasin, Ibu Kota Kalsel.

Oleh karena terbilang suku tradisional, masyarakat masih banyak yang melakukan tradisi nenek moyang sampai sekarang.

Bahkan, jumlah upacara adatnya sangat banyak dan sebagian telah berhasil menarik pengunjung datang ke Banjarmasin untuk menontonnya.

Baca juga : 

upacara adat Suku Banjar

upacara adat Suku Banjar // symbianplanet.net

Generasi muda suku Banjar harus ikut melestarikan upacara adat Banjar yang telah terpelihara sejak ratusan tahun yang lalu.

Mereka juga harus mampu berinovasi dan berkreasi supaya ritual tetap mampu berdiri tegak di tengah gempuran budaya asing.

Untuk itu, di bawah ini ada beberapa upacara adat Banjar yang para pemuda harus melestarikannya:

1. Baayun Mulud

Baayun Mulud

Baayun Mulud – foot ig @visitkalsel

Suku Banjar memiliki cara atau ritual khusus ketika memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW yang bernama Baayun Mulud.

Sesuai dengan namanya, tradisi Baayun Mulud bermakna mengayun anak di hari peringatan Maulud Nabi.

Menurut informasinya, tradisi ini sebagai sebentuk rasa syukur atas kelahiran manusia paling sempurna di muka bumi.

Sebelum melangsungkan Baayun Mulud, pihak keluarga harus mempersiapkan ayunan dari tiga kain yang berbeda. Setelah itu, kyai akan membacakan barzanji atau sholawat ad diba’i yang diikuti oleh jamaah yang lain.

Ketika tiba pada bacaan qiyam dan jamaah berdiri, maka anak yang akan diayun mulai dinaikkan ke ayunan dan diayun secara pelan.

Tradisi ini berakhir ketika ulama membaca doa dan menyantap makanan yang sudah disediakan oleh keluarga dengan bantuan pihak masjid.

2. Tradisi Bausung pengantin

Bausung pengantin

Bausung pengantin – foto ig @dioalif41

Bausung adalah tradisi perkawinan yang masih banyak masyarakat Banjar melakukannya sampai sekarang.

Umumnya, pelaku tradisi ini adalah keluarga yang memang menjaga upacara adat serta senantiasa diwariskan kepada generasi-generasi setelahnya.

Artinya, jika ada pernikahan menerapkan ritual Bausung, berarti pernikahan keluarganya terdahulu juga melakukannya.

Pada tradisi Bausung, kedua pengantin tidak bisa memasuki pelaminan secara sembarangan melainkan diusung oleh dua orang penari yang disebut Hanoman Hadrah.

Penari tersebut mengusung kedua mempelai di pundaknya dengan terus melakukan rudat diiringi musik hadrah atau rebana sampai tiba ke pelaminan. Sedangkan si mempelai tidak berhenti melantunkan sholawat dan doa-doa.

3. Ritual Tanglong, Upacara Adat Suku Banjar

acara Tanglong, Upacara Adat Suku Banjar

acara Tanglong, Upacara Adat Suku Banjar – foto ig @ilovekandangan

Setiap suku di Indonesia pasti punya ritual khusus ketika menyambut bulan suci ramadlan.

Leave a Reply