Tari Adat

Tari Adat Tide Tide Dari Maluku Utara

Tari Adat Tide Tide

Tari Adat Tide Tide - Sumber : wonderful.pulaumorotaikab.go.id

Tari Adat Tide Tide berasal dari Halmahera Utara, Maluku Utara. Dalam pementasannya tarian ini biasanya ditarikan secara berpasangan antara laki-laki dan perempuan. Biasanya berjumlah 12 orang dengan iringan tabuhan tifa, gong, dan biola.

Tarian ini biasanya dipentaskan pada acara tertentu baik bersifat adat maupun hiburan seperti pernikahan adat, pesta adat, sunatan dan lainnya. Kebiasaan tersebut pun berlanjut hingga akhirnya menjadi tradisi dan dilestarikan sampai saat ini. Tidak hanya digunakan sebagai bagian acara saja, tetapi Tari Adat Tide Tide juga digunakan untuk memeriahkan acara tersebut. Tari Adat Tide Tide merupakan identitas suatu masyarakat Maluku Utara dan menjadi icon bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Tari Adat Tide Tide Dari Maluku Utara 2

Salah Satu Pementasan Tari Adat Tide Tide – Sumber : old.sumber.com

Sejarah Tari Adat Tide Tide

Tari Adat Tide Tide adalah tarian rakyat yang telah di kenal sejak dulu. Namun kapan tarian ini tercipta sudah tidak diketahui lagi. Jika ditelusuri tarian adat ini dipengaruhi oleh budaya Islam dan Melayu, hasil alkulturasi kebudayaan yang sudah ada di Maluku Utara sejak abad XIV.

Buktinya dapat di lihat dari orkes pengiring yaitu tifa, rebana, dan suling. Setelah Portugis masuk, Tari Adat Tide Tide mengalami perubahan, terutama pada orkes pengiring. Seperti contohnya rebana di ganti dengan biola, dan suling di ganti harmonika. Pengaruh dari Portugis juga terlihat dalam penggunaan saputangan sebagai ornamen tarian.

Tarian ini di nilai sebagai sebuah maha karya dari pemikiran manusia tentang sosial budaya masyarakat setempat yang dituangkan ke dalam gerakan dan lantunan musik pengiring tarian.

Tarian ini sudah ada sejak zaman leluhur dan menurut masyarakat setempat tarian ini muncul dari sebuah nyanyian atau lantunan.

Makna Tari Adat Tide Tide

Tari Adat Tide Tide Dari Maluku Utara 3

Pementarasan Tari Adat Tide Tide – Sumber : warisanbudaya.kemdikbud.go.id

Bagi masyarakat Maluku, tarian ini dimaknai sebagai bahasa pergaulan yang akrab. Di lihat dari gerakannya, Tari Adat Tide Tide juga diartikan sebagai romantisme dan keharmonisan pemuda-pemudi. Tarian ini menggambarkan kebersamaan, kekompakan, dan pergaulan diantara para penari.

Gerakan-gerakan dari tarian memiliki nilai tertentu, yang bisa diartikan sebagai bahasa pergaulan, seperti gerakan tangan yang dilakukan oleh wanita yang belum atau telah menikah.

Jika wanita tersebut belum menikah, maka gerakan tangannya melingkar ke dalam yang diartikan bahwa dia masih bisa bersahabat dengan siapa saja. Sebaliknya, jika wanita tersebut sudah menikah, maka gerakan tangannya harus melingkat keluar yang diartikan bahwa dia menolak.

Maka dari itu ada peraturan yang harus dipatuhi oleh para penari laki-laki jika pasangannya dari penari wanita sudah menikah, maka ia tidak boleh di ganggu lagi. Dalam gerakannya, boleh berdekatan namun tidak boleh menyentuh.

Gerakan dalam Tari Adat Tide Tide didominasi oleh gerakan tangan yang diayunkan ke depan secara bergantian, serta gerakan kaki yang melangkah sesuai dengan gerakan tangan yang mengayun tersebut. Lalu, ada gerakan-gerakan yang menyerupai gerakan saat berdansa, pada saat gerakan saling berpengangan tangan antara penari pria dan wanita. Kemudian ada juga gerakan posisi penari wanita berjongkok, sementara penari pria berdiri. Setiap gerakan tersebut memiliki makna tersendiri.

Bila Tari Adat Tide Tide dipentaskan dalam suatu pesta pernikahan, biasanya yang menari datang dari kedua pihak mempelai, yaitu dari keluarga laki-laki dan perempuan yang dimaknai dengan menjalin persabahatan, kekompakan, dan kebersamaan.

Musik pengiring yang untuk Tari Adat Tide Tide dimainkan dengan irama tradisional sehingga menghasilkan suara musik yang khas kedaerahan. Tempo dari irama yang dimainkan biasanya disesuaikan dengan kondisi gerakan dari para penari pria dan wanita sehingga terlihat padu dan harmonis.

Tari Adat Tide Tide Dari Maluku Utara 4

Alat Musik Tifa khas Maluku – Sumber : negerikuindonesia.com

Kostum Tari Adat Tide Tide

Kostum yang digunakan oleh para penari Tari Adat Tide Tide biasanya merupakan baju adat.

Untuk para penari pria, biasanya menggunakan kemeja lengan panjang, celana panjang, serta penutup kepala dengan warna yang sama dengan baju mereka.

Lalu, untuk penari wanita biasanya menggunakan baju kebaya dan kain batik khas Maluku Utara di bagian bawahnya. Kemudian rambutnya di sanggul dan di beri hiasan kembang goyang atau hiasan kreasi lainnya.

Tari Adat Tide Tide Dari Maluku Utara 5

Contoh Kostum untuk Tari Adat Tide Tide – Sumber : blogkulo.com

Di Maluku Utara masih banyak beberapa tarian adat lainnya yang tidak kalah menarik dan bisa kamu baca, seperti contohnya Tari Soya Soya dan Tari Salai Jin.

Leave a Reply