Makna dan Sejarah Tari Ratoh Duek - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Tari Adat

Makna dan Sejarah Tari Ratoh Duek

Tari Ratoh Duek dari Aceh. Foto: instagram / wisatabudayaindo

Tari Ratoh Duek dari Aceh. Foto: instagram / wisatabudayaindo

Salah Satu Formasi dalam Tari Ratoh Duek. Foto: instagram / audi26tv

Salah Satu Formasi dalam Tari Ratoh Duek. Foto: instagram / audi26tv

Lebih spesifik, Tari Ratoh Duek terdiri dari beberapa ragam gerakan. Diantaranya adalah gerak saleum pembuka, gerak hai ba kusen, gerak lahe tujan, gerak ku ayoen ilallah, gerak kutidhing, gerak yahuallau ee haa, gerak la illa la illa lahee, gerak hai jalla tun, gerak arok pulo pineung, gerak kosong (tanpa syair), dan gerak saleum penutup.

Tari Ratoh Duek tidak mengenakan properti tari apapun. Kostum yang digunakan adalah baju khas Aceh yang telah dimodifikasi. Adalah pakaian polos yang dipadukan dengan kain songket Aceh, serta hiasan kepala dan ikat pinggang.

Baca juga Asal Usul dan Sejarah Tari Seudati dari Aceh

Perbedaan Tari Ratoh Duek dan Tari Saman

Keduanya sama-sama dilakukan dalam posisi duduk, namun jika ditelaah lebih mendalam, maka kita akan menemukan perbedaan-perbedan lainnya. Sejak ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO, Tari Saman hanya boleh dilakukan oleh laki-laki dalam jumlah ganjil. Sedangkan penari Ratoh Duek dilakukan oleh remaja putri berjumlah genap.

Tari Saman, Hanya Dilakukan oleh Laki-laki. Foto: instagram / tari_saman_gayo

Tari Saman, Hanya Dilakukan oleh Laki-laki. Foto: instagram / tari_saman_gayo

Jika dilhat dari pelantunan syairnya, maka di Tari Saman memiliki tiga bagian syair yang telah menjadi aturan tetap. Bagian pertama dilakukan dengan alunan keras oleh penangkat, bagian kedua dilakukan oleh penari, dan bagian ketiga dilakukan bersama-sama. Syair Tari Saman menggunakan Bahasa Gayo. Irama dalam Tari Saman dikendalikan oleh seorang penangkat yang berada di tengah formasi penari.

Sedangkan di Tari Ratoeh Duek, irama dipandu oleh syahi yang melantunkan syair secara biasa. Syair tersebut kemudian disahut dan diikuti oleh seluruh penari.  Syair dalam Tari Ratoh Duek menggunakan bahasa Aceh.

Dari sisi gerakan pun, Tari Ratoh Duek cenderung lebih fleksibel dan lebih mudah dikreasikan disbanding Tari Saman. Sedangkan dari sisi kostum, Tari Saman menggunakan pakaian adat khas Gayo yang disebut dengan baju kantong, dan Tari Ratoh Duek menggunakan baju adat Aceh.

Tari Ratoh Duek dari Aceh. Foto: instagram / wisatabudayaindo

Tari Ratoh Duek dari Aceh. Foto: instagram / wisatabudayaindo

Untuk musik pengiring, Tari Saman tidak mengunakan instrumen musik apapun. Sedangkan dalam Tari Ratoh Duek menggunakan iringan rapai. Rapai sendiri adalah alat musik pukul yang berasal dari Aceh.

Baca juga Asal Usul dan Sejarah Tari Pukat dari Aceh

Leave a Reply