Makna dan Sejarah Tari Ratoh Duek - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Tari Adat

Makna dan Sejarah Tari Ratoh Duek

Tari Ratoh Duek dari Aceh. Foto: instagram / wisatabudayaindo

Tari Ratoh Duek dari Aceh. Foto: instagram / wisatabudayaindo

Tari Ratoh Duek atau Ratoeh Duek merupakan tari tradisional dari Provinsi Aceh. Kata ratoh berasal dari Bahasa Arab rateeb, yang artinya kegiata berdoa atau berdzikir yang diiramakan. Sedangkan kata duek artinya posisi duduk. Sehingga Ratoh Duek dapat diartikan kegiatan berdoa berirama yang dilakukan sambil duduk. Tari Aceh sendiri pada dasarnya dibedakan menjadi tari duduk (duek atau meusaman) dan tari berdiri (dong).

Di luar Aceh, tarian ini sering disalahartikan sebagai Tari Saman, padahal keduanya adalah tarian yang berbeda. Perbedaan yang paling mencolok adalah tari Ratoh Duek dilakukan oleh remaja putri sedangkan Tari Saman dilakukan oleh para lelaki.

Kendati demikian, Ratoh Duek telah dikenal secara nasional hingga internasional. Di sekolah menengah atas hingga di berbagai universitas di Pulau Jawa misalnya, telah banyak yang mengadakan ekstrakurikuler hingga pertunjukkan Tari Ratoh Duek. Di kancah internasional pun, tari ini sering dipentaskan sebagai salah satu media diplomasi maupun tukar budaya.

Baca juga 6 Tari Adat Tradisional dari Aceh

Makna Tari Ratoh Duek

Tari Ratoh Duek. Foto: instagram / putraditya25

Tari Ratoh Duek. Foto: instagram / putraditya25

Tari Ratoeh Duek menggambarkan semangat dan kebersamaan masyarakat Aceh. Harmoni antara syair dan tepukan berirama para penari mengungkapkan kekompakkan masyarakat Aceh dalam kegiatan sehari-hari.

Ratoeh Duek mengandung berbagai variasi gerak tari tradisional duduk. Tarian ini pun menginspirasi lahirnya kesenian tari duduk lainnya, seperti Tari Ratoeh Jaroe yang dipentaskan di pembukaan Asian Games 2018.

Ketentuan Tari Ratoh Duek

Tari Ratoeh Duek dilakukan dalam jumlah genap, biasanya berjumlah 8 hingga 12 orang. Selain penari, terdapat pula syahi dalam Ratoeh Duek. Syahi adalah pelantun syair yang berada di luar formasi penari, yang biasanya berjumlah dua orang. Berikut adalah sepenggal syair pembuka dalam Tari Ratoeh Duek:

Assalammualaikum, jamee baro trok

Tameung, tameung jak pioh u ateuh tika

Karena, karena saleum Nabi kheun Sunnah

Jaro, Jaro ta mumat syarat mulia..

Penari akan melakukan tarian sambil duduk, dengan formasi lurus berbanjar. Gerakan utama di tari ini adalah tepukan di dada dan paha. Tepukan tersebut dilakukan seirama degan syair yang dilantunkan oleh syahi. Selain itu, secara umum ada pula gerakkan menjentikkan jari, menggelengkan kepala, berlutut dan membungkukkan badan hingga kepala penari nyaris menyentuh lantai.

Leave a Reply