Air Terjun, Alam

Curug Cirajeg

Curug Cirajeg

Sumber: Triptrus

Kabupaten Sukabumi di Jawa Barat ternyata menyimpan jutaan destinasi wisata. Banyak sekali sedang dibahas destinasi wisata di Kabupaten Sukabumi, baik yang alami maupun yang buatan manusia. Berbondong-bondon pengunjung datang untuk menikmati kecantikan alam Sukabumi.

Ada 2 versi mengenai latar belakang nama Sukabumi. Versi pertama mengatakan bahwa kata Sukabumi berasal dari Bahasa Sunda yaitu Suka dan Bumen atau yang artinya menetap, dari versi pertama ini dapat disimpulkan bahwa arti dari Sukabumi adalah kawasan yang disukai untuk menetap atau ditinggali.

Versi kedua yaitu kata Sukabumi berasal dari Bahasa Sansekerta yaitu kata Suka yang artinya adalah senang dan Bhumi yang berarti bumi atau tanah. Dari versi kedua, kata Sukabumi memiliki arti bumi yang disukai. Kedua versi tersebut hampir mirip dan dapat dibuktikan kini memang nyatanya Sukabumi adalah kawasan yang disukai baik oleh penduduk asli maupun oleh pengunjung.

Bagaimana tidak, tercatat ada lebih 50 kawasan wisata yang bisa dikunjungi di Sukabumi. Gunung, danau, pantai, bukit, taman rekreasi, curug, dan masih banyak lainnya. Terdapat bahkan lebih dari 10 curug yang bisa dikunjungi di Sukabumi. Salah satu yang wajib untuk dikunjungi dan dinikmati kecantikannya adalah Curug Cirajeg.

Curug di Tengah Sawah
curug-cirajeg

sumber: ksmtour

Satu hal yang istimewa dari Curug Cirajeg Sukabumi ini yaitu letaknya yang berada di tengah persawahan. Dari jauh dapat terlihat seperti lukisan Yang Maha Agung, hamparan hijau sawah dikombinasikan dengan aliran air Curug Cirajeg.

Di lokasi ini pengunjung dapat menghabiskan waktu untuk berfoto karena terdapat lokasi yang tepat untuk selfie dengan sawah dan air terjun sebagai latar belakangnya. Selain itu, terdapat juga gazebo yang bisa digunakan pengunjung untuk beristirahat.

Curug Cirajeg yang memiliki nama seperti lokasinya yaitu Desa Cirajeg. Menurut keterangan penduduk sekitar Desa Cirajeg, hamparan area sawah terasering yang berada sepanjang garis sungai di sebrang Curug Cirajeg ini merupakan sebuah perkampungan kecil yang merupakan lokasi Dusun Cirajeg.

Ada keterangan penduduk yang menyebutkan bahwa pernah terjadi bencana longsong dan menyebabkan seluruh penghuni dusun tersebut memutuskan untuk pindah ke area yang lebih aman yaitu perdesaan di sebrang dusun asalnya.

Curug cirajeg memiliki bebatuan yang berwarna kehitaman. Nama Cirajeg juga kemudian menjadi sebuah nama Sesar yang terlihat membentuk Curug Cirajeg yang dari kejauhan terlihat memiliki garis horizontal yang sedikit miring. Curug Cirajeg merupakan salah satu tipe air terjun yang ada yaitu Block Waterfall, dimana air jatuh bergemuruh dari bebatuan yang merupakan aliran sebuah sungai.

Tidak Berkolam Namun Tetap Cantik
Curug Cirajeg

Sumber: I hate green jello

Tidak seperti air terjun kebanyakan, Curug Cirajeg tidak memiliki kolam alami untuk menampung air yang jatuh, melainkan air terus mengalir dengan derasnya. Fakta bahwa Curug Cirajeg tidak memiliki kolam bisa dibilang merupakan salah satu pertanda bahwa bebatuan di Curug Cirajeg terbilang tahan erosi.

Curug Cirajeg merupakan salah satu air terjun semi permanen dimana arusnya tergantung dari debit air yang tersedia. Jika musim penghujan tiba, air Curug Cirajeg akan melimpah dan arus menjadi deras. Sebaliknya jika musim kering tiba, air yang mengalir pun semakin sedikit.

Lokasi dan Akses Menuju Curug Cirajeg
Curug Cirajeg

Sumber: Triptrus

Curug Cirajeg cantik satu ini tepatnya berada di Desa Cirajeg, Kecamatan Purabaya, Sukabumi, Jawa Barat. Pengunjung yang memulai perjalanan dari Kota Sukabumi dapat menempuh perjalanan sekitar 2.5 jam untuk menuju Dusun Cirajeg.

Untuk dapat mengunjungi Curug Cirajeg ini, pengunjung tidak perlu melakukan trekking dengan medan yang sulit karena Curug Cirajeg hanya terletak 4km dari Kantor Kecamatan Purabaya. Pengunjung dapat menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua, namun kendaraan yang bisa digunakan hingga lokasi Curug Cirajeg adalah kendaraan roda 2.

Dari Kota Sukabumi, pengunjung bisa mengambil rute ke arah Baros dan lanjut mengikuti jalan menuju Sagaranten dengan kondisi jalan yang tidak terlalu mulus. Pengunjung kemudian harus berhenti di Kecamatan Purabaya dan melanjutkan perjalanan melewati pemukiman penduduk hingga tiba di perkebunan penduduk di Desa Neglasari.

Pengunjung bisa meneruskan perjalanan menuju Dusun Cirajeg dengan berjalan terus hingga menemui sebuah lapangan dan lanjut ke arah pemukiman penduduk. Di lapangan inilah pengunjung dengan kendaraan roda 4 harus memarkirkan mobilnya sedangkan pengunjung yang menggunakan motor dapat melanjutkan perjalanan hingga rumah terakhir sebelum pematang sawah. Selanjutnya pengunjung hanya perlu berjalan kaki menyusuri sawah selama kurang lebih 30 menit.

 

Baca juga:

Curug Cileat Desa Cibogo Subang

Curug Cantel, Curug Indah di Tegal Jawa Tengah

Leave a Reply