Curug Cileat Desa Cibogo Subang - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Air Terjun, Alam

Curug Cileat Desa Cibogo Subang

Curug Cileat

Sumber: Explorewisata

Kabupaten Subang di tataran sunda Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu kabupaten, beribukota di Kota Subang dan merupakan wilayah penghasil nanas dengan kualitas tinggi. Kabupaten Subang menyimpan banyak destinasi wisata yang bisa menjadi pilihan pengunjung untuk berakhir pekan. Salah satunya adalah Curug Cileat, yang merupakan curug terbesar dan tertinggi di Kabupaten Subang.

Curug Cantik Alami

 

Curug Cileat

Sumber Tempat Wisata

Air Curug Cileat berhulu di Gunung Bukit Tunggul, sama pula dengan hulu aliran air dari Sungai Cikapundung yang mengalir ke arah Kota Bandung. Aliran Sungai Cikapundung ini merupakan salah satu anak sungai lalu mengalir ke Sungai Citarum sedangkan dari Curug Cileat, aliran air menjadi anak sungai dan menjadi bagian dari Sunga Cipunagara.

Curug Cileat memiliki ketinggian 100m dan berada di Gunung Canggah. Curug Cileat berada di ketinggian 1.100 mdpl, tidak heran jika pada pagi hari kabut akan menyelimuti area sekitar. Air yang jatuh dari kedua curug tersebut kemudian membentuk kolam alami berukuran besar dengan luas sekitar 40m. Di Kolam inilah pengunjung kerap berendam dan bermain air curug yang menyegarkan.

Selain itu, pengunjung juga akan disajikan dengan pemandangan hewan liar yaitu monyet yang kerap bergelantungan dan melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Pengunjung diharapkan tidak mengganggu monyet-monyet liar tersebut demi kenyamanan bersama.

Legenda Curug Cileat
Curug Cileat

Sumber: Akupetualang

Dari cerita penduduk sekitar, penamaan Curug Cileat tidak terlepas dari legenda dibaliknya. Asal nama Curug Cileat berasal dari kata “tiporeat” yang dalam Bahasa Indonesianya adalah terjatuh. Diceritakan pada zaman dahulu kala terdapat 2 orang pangeran yang melakukan adu lomba untuk mencapai puncak gunung bukit tunggul.

Satu pangeran berlari ke arah utara namun terjatuh dan berguling hingga membawanya lebih dahulu sampai ke laut. Sedangkan satu pangeran lainnya berlari ke arah selatan, ia pun kalah dan “pundung” atau yang dalam Bahasa Indonesia bersedih dan alhasil menjadi nama Sungai Cikapundung.

Tak hanya soal legenda, ternyata Curug Cileat sudah sejak dahulu menjadi tempat wisata bagi para tentara Belanda, berdasarkan keterangan penduduk sekitar. Di masa penjajahan, tentara Belanda membangun perkemahan ekskavasi di beberapa titik lokasi sekitar curug.

Leave a Reply