Bukit

Mengenal Bukit Daeng Batam

Mengenal Bukit Daeng Batam 1

batam.tribunnews.com

Bukit Daeng Batam – Indonesia memilik banyak destinasi dan kota yang menarik dan indah salah satunya kota Batam. Kota Batam adalah kota yang dapat dikatakan sebagai kota terbesar di Provinsi Riau, Indonesia. Wilayah Kota Batam terdiri dari Pulau Batam, Pulau Rempang dan Pulau Galang dan pulau-pulau kecil lainnya yang mengelilingi Pulau utama dari Pulau Batam yang berada di kawasan Selat Singapura dan Selat Malaka.

Pulau Batam dihuni pertama kali oleh orang melayu dengan sebutan orang selat sejak tahun 231 Masehi. Pulau yang pernah menjadi medan perjuangan Laksamana Hang Nadim dalam melawan penjajah ini digunakan oleh pemerintah pada dekade 1960-an sebagai basis logistik minyak bumi di Pulau Sambu.

Bukit Daeng Batam

Bukit Daeng Batam – batam.tribunnews.com

Pulau Batam, Rempang, dan Galang terkoneksi oleh jembatan yang disebut dengan Jembatan Barelang. Kota yang memiliki penduduk hingga mencapai satu juta jiwa lebih ini merupakan kota yang sibuk dan ramai karea kota ini merupakan kota yang memiliki posisi yang strategis untuk perekonomian dan perhubungan.

Selain berada di jalur pelayaran internasional, kota ini memiliki jarak yang sangat dekat dan berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Sebagai kota terencana, Batam merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia.

Ketika dibangun pada tahun 1970-an oleh Otorita Batam (saat ini bernama BP Batam), kota ini hanya dihuni sekitar 6.000 penduduk dan dalam tempo 40 tahun penduduk Batam bertumbuh hingga 158 kali lipat.

Bukit Daeng Batam

Bukit Daeng Batam

Kota Batam memiliki bagian kota yang sudah cukup terstruktur dan banyak pembangunan yang dilakukan. Salah satu yang menarik adalah Jalan R. Suprapto yang lebih dikenal oleh warga sekitar dengan nama Bukit Daeng karena letak jalanan ini dekat dengan bukit.

Jalan ini merupakan jalan yang cukup sibuk karena menghubungkan dua daerah yaitu Batuaji dengan Mukakuning. Jalanan yang berjarak kurang lebih 10 Km dari pusat kota Batam memiliki sejarah dan cerita yang menarik.

Sejarah Bukit Daeng Batam

Bukit daeng adalah jalan utama yang menghubungkan Batuaji menuju Mukakuning. Ini adalah jalan prioritas yang biasa dilewati banyak orang untuk menuju Batuaji dari Mukakuning atau sebaliknya.

Baca Juga ya :

Bukit Daeng Batam

Bukit Daeng Batam – batam.tribunnews.com

Sepanjang perjalanan kita akan disuguhkan dengan pemandangan yang asri dan indah khas kota Batam. Pembangunan ini pertama kali dikerjakan oleh pemerintah setempat pada tahun 1987.

Tokoh masyarakat dari Sagulung yang bernama Parlaungan Siregar merupakan warga lokal yang sudah tinggal di Batam sejak tahun 1983 menceritakan bagaimana Bukit Daeng pertama dikenal orang.

Di kaki bukit daeng, tinggal orang Bugis yang dikenal oleh warga sekitar sebagai orang pintar. Nama orang tersebut adalah Daeng. Setelah jalan dari Muka Kuning mulai dibuka banyak orang berobat ke Pak Daeng. Inilah awalnya nama bukit itu dikenal orang Bukit Daeng. Itulah asal muasal mengapa bukit tersebut disebut bukit Daeng.

Walaupun kondisi bukit tersebut cukup gersang, namun banyak tumbuhan hidup dan memenuhi bukit tersebut. Pembangunan jalan selesai pada 1988 yang sekarang menjadi jalan protokol yang menghubungkan antara Mukakuning dan Batuaji.

Sebagaimana jalan protokol lain lain, satu arahnya memiliki dua lajur dengan ukuran badan jalan yang lebar.Untuk mendapatkan gambaran yang utuh, akan digambarkan kondisi Bukit Daeng ini dari dua arah tersebut dan di puncaknya terdapat tikungan.

Bukit Daeng Batam

Bukit Daeng Batam – foto barakata.id

Bukit ini memiliki kontur tanjakan dengan tingkat kemiringan 70 dejarat dari arah Mukakuning, sedangkan turunannya sedikit lebih landai dengan kemiringan hanya 45 derajat.Turunan yang terkesan santai ini cukup panjang tetapi banyak pengendara yang kerap memanfaatkan laju kendaraannya pada posisi maksimum.

Dan dari arah sebaliknya, apabila dari arah Batuaji atau simpang Barelang, maka pengendara akan menanjaki bukit landai terlebih dahulu, kemudian turun pada kecuraman tajam 70 derajat tersebut. Sebelum habis turunan tajam itu, pengendara juga akan menemukan tikungan ringan hendak memasuki jalan raya yang memisahkan dua sisi dari Mukakuning.

Demikian sejarah dari salah satu jalan protokol dari Kota Batam ini, untuk para pengguna jalan ini dihimbau untuk lebih berhati – hati karena di jalanan ini rawan terjadi kecelakaan. Banyak legenda atau cerita rakyat yang mengaitkan kecelakaan yang terjadi dengan background dari pembuatan jalan ini, namun ada baiknya kita sebagai pengendara dan pengguna jalan ini lebih berhati – hati.

http://batam.tribunnews.com

Leave a Reply