Budaya, Pengetahuan, Tari Adat

Asal Usul dan Sejarah Tari Kuda Gepang

Tari Kuda Gepang

Tari Kuda Gepang - Sumber: Akhmad Husaini

Tari Kuda Gepang merupakan salah satu tarian tradisional masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan. Lebih tepatnya, pelaku seni tari ini adalah masyarakat di Kecamatan Padang Batu dan juga Kecamatan Hulu Sungai Selatan.

Tari Kuda Gepang atau yang kerap juga disebut sebagai Kuda Gipang merupakan salah satu warisan dan kekayaan budaya asli dari Kalimantan Selatan. Kisah sejarahnya tidak dapat terlepaskan dari penampilannya dan tidak boleh terlewatkan.

Sejarah Tari Kuda Gepang
Tari Kuda Gepang

Tari Kuda Gepang – Sumber: Senibudayaasia

Pada zaman kerajaan, Raja Banjar bernama Lambung Mangkurat tersohor akan kesaktian hingga ke penjuru negri. Hingga pada suatu hari, Lambung Mangkurat berlayar ke tanah Jawa untuk menemui Raja Majapahit dengan kapal Prabayaksa. Lambung Mangkurat lalu bertemu dengan Gajah Mada dan diantarnya Lambung Mangkurat untuk menemui Raja Majapahit.

Seminggu sudah kunjungan Lambung Mangkurat di tanah Jawa dan sudah waktunya pamit Kembali ke Negara Dipa. Sebagai hadiah dari Kerajaan Majapahit, diberikanlah satu ekor kuda terbaik di tanah Jawa. Kuda tersebut berwarna putih, badannya besar, dan tampak sangat gagah.

Tumenggung Tatah kemudian menyarankan agar Lambung Mangkurat menunggang kuda tersebut untuk mengukur kekuataan kuda tersebut. Namun sang kuda selalu lumpuh setelah Lambung Mangkurat mencoba menungganginya selama 3 kali sebelum masuk ke kapal Prabayaksa.

Lambung Mangkurat akhirnya mengangkat kuda tersebut dan mengepitkannya di ketiaknya. Kuda tersebut kemudian menjadi terlihat sangat kecil dan dibawa masuk ke kapal Prabayaksa oleh Lambung Mangkurat menuju Negara Dipa.

Fungsi Tari Kuda Gepang
Tari Kuda Gepang

Tari Kuda Gepang – Sumber: Akhmad Husaini

Layaknya tarian tradisional lainnya, Tari Kuda Gepang dipertunjukan pada acara adat istiadat, pernikahan, maupun acara keagamaan di Kalimantan Selatan. Pada zaman dahulu, Tari Kuda Gepang merupakan sebuah tarian berbaris dimana gerakan terdiri dari 4 langkah maju dan juga mudur, kiri, dan kanan membuat posisi saling berhadapan. Lanjut berbelakang dan membentuk lingkaran.

Tarian dengan ritme enerjetik yang menggugah semangat para penonton ini masih menyimpan misteri pada beberapa bagian gerakan tarian dimana ada sebagian masyarakat berpendapat bahwa terdapat beberapa gerakan yang dilakukan tanpa sadar oleh para penari, bagi mereka hal ini merupakan salah satu bukti bahwa pertunjukan Tari Kuda Gepang tidak terlepas dari kekuataan mistis.

Pada dasarnya Tari Kuda Gepang ini adalah sebuah seni tari yang dipertunjukan untuk menyambut tamu. Konon pada zaman dahulu, tarian ini dipergunakan untuk menyambut tamu para raja. Hingga masa kini, dalam sebuah acara pernikahan Tari Kuda Gepang juga dipergunakan sebagai sambutan untuk para tamu undangan dan juga pejabat tinggi tamu pemerintahan.

Uniknya, berdasarkan keterangan penduduk Banjar, keturunan dari para penari Kuda Gepang ini juga harus menarikan Tari Kuda Gepang ini dengan tujuan agar bahtera rumah tangganya menjadi lancar dan tidak banyak mengalami hambatan.

Baca juga ya : Inilah sejarah Rumah Adat Bubungan Tinggi

Perbedaan Tari Kuda Gepang dan Kuda Lumping
Tari Kuda Gepang

Tari Kuda Gepang – Sumber: Wikimedia Commons

Kerap dikatakan serupa dengan tari kuda lumping oleh beberapa orang, namun kenyataan tari kuda gepang dan permainan kuda lumping dari tanah Jawa adalah 2 hal yang berbeda. Masing-masing memiliki ciri khas yang menjadi daya tariknya di mata pengunjung.

Perbedaan antara Tari Kuda Gepang dengan Kuda Lumping bisa dilihat dari properti dan busana yang dikenakan dan juga musik pengiring acaranya. Properti pada Kuda Gepang tidak terdapat lekukan pada bagian punggung kuda, ini berkaitan dengan sejarah dimana kuda tidak ditunggangi namun hanya dikepit di ketiak. Sedangkan pada Kuda Lumping terdapat lekukan pada bagian punggungnya karena ada bagian dimana penari Kuda Lumping akan menunggangi properti kudanya.

Baca juga:

Tari Kuda Gepang Tarian Adat Kalimantan Selatan

Tari Kuda Gepang Tarian Adat Kalimantan Selatan – foto akhmadhusaini

Kemudian Tari Kuda Gepan diiringi oleh musik gamelan tradisional Banjar dan busana yang dikenakan bernama pakaian kida-kida. Busana yang paling awal digunakan dalam pertunjukan Tari Kuda Gepang adalah terdiri dari celana panjang berpita, batu kemeja dengan lengan Panjang, dan juga terdapat sebuah selempang kain di bahu, penari juga bersepatu dengan kaus kaki hingga lutut.

Selain itu, hal yang paling mendasar adalah pada permainan kuda lumping, melibatkan atau menampilkan unsur magis dimana pemain akan melakukan pertunjukan seperti memakan beling. Sedangkan pada Tari Kuda Gepang tidak demikian, tarian Banjar ini menggunakan energi dari penari untuk mempertunjukan Tari Kuda Gepang.

Leave a Reply