Tari Adat

Sejarah dan Keunikan Tari Indang

Tari Indang Pariaman

Tari Indang Pariaman

Tari Indang – Apakah Anda sudah pernah mendengar tentang tari Indang? Tari Indang atau Tari Dindin Badindin merupakan tarian khas dari pesisir Pariaman, provinsi Sumatera Barat. Gerakan tarinya variatif dan juga sarat makna.Gerakan tarinya juga terlihat tegas diiringi tuturan lisan, sekilas Anda akan merasa tari Indang mirip dengan tari Saman dari Aceh. Yang membedakan antara tari indang dan tari saman yaitu terletak pada pengatur tempo musiknya.

Jika, tari saman menggunakan bunyi-bunyian Acapella dari tepuk tangan, anggota badan serta pelafalan, maka pada tari indang tempo musiknya memakai indang (alat musik yang menyeruai rebana dengan ukuran kecil 18-25 cm.

Sejarah Tari Indang

Sejarah Tari Indang Pariaman

Sejarah Tari Indang Pariaman – Sumber : Wikipedia.org

Kemudian mengenai sejarah tari Indang rupanya diadaptasi dari budaya Islam. Hal ini dibuktikan dari penggunaan Indang dan penuturan lisan  ketika mengiringi tarian Indang yang sarat akan dakwah dan shalawat.

Sebab, tari Indang dulu dijadikan sebagai alat untuk dakwah. Tari Indang dahulu kala sering dimainkan oleh para pemuda selepas mengaji di surau.

Nyanyiannya disesuaikan dengan tujuan sebagai sarana dakwah dan pendidikan Isalam. Pada masa-masa berikutnya, tari Indang berkembang menjadi tarian untuk hiburan, tanpa menghilangkan tujuan dakwahnya.

Zaman dahulu, di Pariaman pada setiap nagarinya mempunyai grup kesenian Indang masing-masing. Menariknya, Indang pada waktu itu sarat akan sesuatu yang sakral.

Ada yang menyebutkan jika masing-masing kelompok mempunyai “sipatuang sirah” yaitu orang tua yang memiliki kekuatan ugaib sehingga dapat menjaga keselamatan grup dari kekuatan luar.

Kemudian dari hal pemilihan waktunya, istilah Indang juga naik turun. Di hari pertama, permainan musik Indang akan mulai pada jam 11-12 malam atau tengah malam. Kemudian di hari kedua, permainan dimulai saat hari senja atau setelah sholat maghrib.

Baca juga ya :

Keunikan Gerakan Tari Indang

Tari Indang

Tari Indang – Sumber : ilmunik.com

Gerakan tari Indang sangat dinamis dan bervariasi. Para penari memegang serta memukul Indang sehingga menghasilkan bebunyian dan mengatur tempo musiknya. Kadangkala Indang diletakkan di depan, atau sesekali dijentik dengan jari para penari.

Gerakannya meliuk ke depan dan belakang berseling-seling. Atau juga kadang meliuk ke kanan dan kek kiri, dengan masih dalam satu barisan.  Jumlah penari tari Indang ada 9-25 orang, yang penting jumlahnya ganjil.

Hal unik yang ada pada permainan Tri Indang yaitu terdapat 2 peran :

Tukang zikir

Orang dengan bagian tukang zikir biasanya berada di belakang, diluar barisan penari. Tugasnya menyanyikan lagu tari Indang. Jumlah tukang zikir ada satu orang. Ketika tukang zikir menyanyi, nyayiannya akan dilang yang kemudian diikuti oleh semua penari bersama-sama.

Tukang alih

Tukang Alih berfungsi menjadi pemimpin tarian dan juga penentu perubahan gerakan tari. Posisi tukang alih bergabung di dalam penari. Ia memberi kode ketika momen ganti gerakan. Tukang Alih juga mengatur tempo serta dinamika pada tarian.

Iringan dan busana pada tari Indang

Busana  Tari Indang dan Musik  Tari Indang

Busana Tari Indang dan Musik Tari Indang – Sumber : lensabudaya.com

Indang di Pariaman disebut sebagai gendang rebana atau bisa juga gendang Rapa’i. Rebana berukuran kecil dengan material kulit kambing ini bukan hanya sebagai instrumen pelengkap tetapi juga elemen musik pada pementasan tari Indang.

Selain Indang, Tari Indang juga diiringi oleh marwas, kecrek, perkusi dan biola. Terdapat Syekh atau tukang Zikir yang memperindah lantunan syair Islami yang mengandung penghormatan pada Nabi, memuat kebaikan serta patuh kepada Tuhan.

Train Indang sendiri dimainkan para muda-mudi yang tampil sederhana tanpa riasan khusus. Begitu juga dengan busana yang dikenakan para penari. Hanya memakai kostum sederhana yang khas Minangkabau.

Tari Indang, secara keseluruhan untuk mempresentasikan masyarakat di Pariaman yang saling menghirmati, hidup bersahaja dan ttat dalam memeluk agama.

Lalu mengapa tarian Indang ini juga dikenal sebagai Lagu Didin Badindin? Sebab di masa sekarang, musik yang sering dipakai yaitu lagu Dindin Badindin yang dipopulerkan Tiar Ramon dan Elly Kasim di tahun 1980 an.

Maka dari itu, kini Tari Indang juga banyak dikenal sebagai Tari Didin Badindin. Itu tadi mengenai sejarah dan keunikan dari Tari Indang di Pariaman Sumatera Barat. Jika berkunjung kesana, Anda wajib untuk menyaksikan pertumnjukan tari indang yang satu ini.

Leave a Reply