Lokasi Tugu Khatulistiwa Sakido Mura Sumatera Barat Dan Rutenya - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Informatif

Lokasi Tugu Khatulistiwa Sakido Mura Sumatera Barat Dan Rutenya

Tugu Khatulistiwa Sakido Mura sumatera barat

Tugu Khatulistiwa Sakido Mura sumatera barat - foto ig @afifbae_

Sakido Mura – Di daerah Koto Alam Provinsi Sumatera Barat ternyata juga ditemukan sebuah Tugu Khatulistiwa yang mana oleh masyarakat setempat disebut dengan Tugu Sakido Mura.

Tugu atau monumen ini juga sangat istimewa lho, karena hanya dapat kalian jumpai di tiga titik di Indonesia.

Selain di Koto Alam ini, tugu khatulistiwa juga ada di daerah Bonjol, Kabupaten Pasaman; dan satu lagi di Pontianak, Kalimantan Barat.

Monumen atau Tugu Sakido Mura ini dibangun tidak lain untuk  menandakan bahwa daerah ini dilintasi oleh garis khatulistiwa.

Negara Indonesia sendiri, seperti yang kita tahu hanya beberapa wilayah saja yang dilalui oleh garis khatulistiwa ini.

Garis Khatulistiwa ini dikenal sebagai garis pemisah atau yang membagi antara bumi utara dan bumi selatan.

Mungkin selama ini orang-orang lebih mengenal bahwa Tugu Khatulistiwa hanya ada di Provinsi Kaliamantan atau Kota Pontianak saja.

Disamping itu, dengan berdirinya tugu Khatulistiwa Sakido Mura yang penuh dengan sejarah ini, diharapkan Pemerintah setempat akan lebih menghargai adanya garis ini sebagai sesuatu yang perlu diperhatikan.

Bagaimana apakah kalian tertarik untuk berkunjung ke Tugu Khatulistiwa Sakido Mura yang unik ini?

Selain berlibur juga untuk menambah wawasan karena pastinya memiliki sejarah dan makna di dalamnya.

Pesona Tugu Khatulistiwa Sakido Mura

Tugu Khatulistiwa Sakido Mura sumatera barat

Tugu Khatulistiwa Sakido Mura sumatera barat – foto ig @afifbae_

1. Peristiwa Unik “Hari Tanpa Bayangan”

Di Tugu Khatulistiwa ada peristiwa unik yaitu yaitu peringatan “Hari Tanpa Bayangan” atau disebut pula Peringatan titik kulminasi matahari.

Dimana matahari persis berada di atas Tugu Khatulistiwa, yang menghilangkan semua bayang-bayang yang berada di sekitarnya.

2. Fenomena Alam Equinox

Kemudian di Tugu Khatulistiwa Sakido Mura ini juga ada fenomena alam unik atau disebut dengan Equinox.

Equinox  sendiri adalah salah satu fenomena astronomi saat matahari melintasi garis khatulistiwa. Fenomena ini secara periodik berlangsung 2 kali dalam setahun yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September.

Uniknya, saat fenomena ini berlangsung, durasi siang dan malam di seluruh bagian bumi hampir relatif sama, termasuk wilayah yang berada di subtropis di bagian utara maupun selatan.

3. Sejarah Tentang Tugu Khatulistiwa Sakido Mura

Tugu Khatulistiwa Sakido Mura

Tugu Khatulistiwa Sakido Mura – foto ig @Murazaki_darkside

Tugu Sakidomura ternyata berasal dari Bahasa Jepang yang berarti kampung khatulistiwa.

Menurut Walinagari (setingkat kepala desa) setempat awal mula didirikannya Tugu Khatulistiwa Sakido Mura ini oleh Bangsa Belanda yang menjajah Indonesia.

Selain itu, dulu bentuk Tugu Khatulistiwa ini adalah persegi. Namun setelah Belanda kalah dan Jepang masuk, tugu berbentuk persegi tersebut dirubah menjadi bulat serta dicat sesuai warna bendera Jepang.

Sekarang, Tugu ini sudah beberapa kali mengalami renovasi dan terakhir dicat sesuai dengan bendera Indonesia yaitu Merah dan Putih.

Karena bentuknya itu pula banyak masyarakat yang menyebutnya batu Talua Gajah (Telur Gajah).

Bahkan bentuknya yang cukup unik dengan warna merah putih yang mencolok sekilas dari kejauhan mungkin kalian mengira seperti bola dalam film kartun Pokemon. 

Leave a Reply