Kolintang, Alat Musik Tradisional dari Sulawesi - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Alat Musik

Kolintang, Alat Musik Tradisional dari Sulawesi

Sejarah Alat Musik Kolintang

Sejarah Alat Musik Kolintang - foto ig @0giani0

Kolintang adalah salah satu Alat musik tradisional yang berasal dari Sulawesi jumlahnya sangat banyak dan yang paling populer disebut alat musik Kolintang.

Kolintang merupakan alat musik khas asal Minahasa Sulawesi yang sudah masuk ke dalam kurikulum seni budaya serta banyak sekolah yang telah mengajarkannya dalam bentuk ekstra kurikuler.

Nah, di bawah ini akan dijelaskan secara lengkap mengenai sejarah munculnya alat musik Kolintang Minahasa.

Sedang di akhir nanti juga akan dijabarkan tentu bentuk alat musik ini sekaligus cara memainkannya. Ini dia ulasan selengkapnya:

Apa Itu Alat Musik Kolintang?

alat musik Kolintang

alat musik Kolintang – foto ig @foxs.smansa

Alat musik Kolintang adalah alat musik tradisional Minahasa yang terbuat dari bilah-bilah bambu.

Namun tidak sembarang bambu atau kayu yang bisa digunakan untuk membuat Kolintang melainkan bambu lokal atau kayu yang memang ditemukan di Minahasa.

Kayu yang paling banyak digunakan adalah kayu lokal cempaka karena kayu ini memiliki tekstur yang sangat ringan.

Selain itu ada kadar filosofi sendiri mengapa harus menggunakan kayu ini serta apa kaitannya kayu cempaka dengan ritual adat masyarakat minahasa.

Alat musik Kolintang dimainkan secara asambei terkhusus untuk merayakan upacara adat.

Sedangkan dalam penggunaannya biasanya alat musik Kolintang dijadikan sebagai alat musik pendukung atau pengiring untuk nyanyian dan tarian.

Sejarah Alat Musik Kolintang

Sejarah Alat Musik Kolintang

Sejarah Alat Musik Kolintang – foto ig @0giani0

Menurut sejarahnya alat musik Kolintang lahir dari sebuah dongeng yang cukup populer di Minahasa di kala itu yaitu kisah Si Lintang. Dulunya ada sebuah desa yang ditempati oleh serang gadis cantik bernama Lintang.

Salah satu kelebihan dari si gadis ini ialah memiliki suara yang merdu sehingga hari-harinya diisi dengan bersenandung atau bernyanyi.

Pada suatu waktu, ada seorang pemuda rupawan bernama Makasiga yang tertarik untuk melamar si Lintang.

Namun, Si gadis cantik ini memberi syarat kepada Makasiga kalau cintanya akan diterima jika ia berhasil menemukan alat musik bersuara merdu melebihi kemerduan suara seruling emas.

Nah, karena perasaan cinta Makasiga yang begitu mendalam beserta kemampuannya untuk membuat alat musik dari kayu, maka si pemuda ini akhirnya berhasil membuat alat musik tersebut yang diberi nama Kolintang.

Akhirnya kedua sejoli menikah dan mengisi hari-harinya dengan bernyanyi diringi musik Kolintang.

Bentuk Alat Musik Kolintang

Kolintang

Kolintang – foto ig @jalasenastri.cab10

Alat musik Kolintang terbuat dari potongan atau bilah-bilah kayu yang bertekstur ringan.

Setelah itu, kayu dengan ukuran yang berbeda-beda ini akan disusun di atas rak dan disesuaikan dengan ukuran.

Artinya jika kayu berukuran panjang maka diletakkan di rak yang ukurannya juga panjang.

Setelah itu, kayu-kayu yang sudah terikat erat di rak dan susunannya sudah tepat, maka akan dipukul oleh si pemain dengan menggunakan alat pemukul yang juga terbuat dari kayu.

Nah, karena ukuran panjang kayu berbeda-beda bunyi yang dihasilkan tentu juga tidak sama.

Umumnya alat musik Kolintang dimainkan secara beregu atau berkelompok. Amat jarang sekali alat musik tradisional khas Minahasa Sulawesi ini dimainkan secara solo atau perorangan.

Nilai Filosofis Alat Musik Kolintang

alat musik tradisional dari Sulawesi

Kolintang, alat musik tradisional dari Sulawesi // kompas.com

Alat musik Kolintang bukan alat musik biasa melainkan alat musik tradisional dari Sulawesi yang memiliki nilai filosofi tersendiri di dalamnya.

Karena alat musik berupa bilah-bilah bambu dengan ukuran-ukuran berbeda tetapi mampu menghasilkan suara yang harmoni, berarti alat musik ini mengajarkan tentang gotong royong dan kekompakan.

Paling tidak ada dimensi keluhuran bahwa manusia harus senantiasa bekerjasama dengan orang lain jika ingin menjalankan kehidupan supaya lebih indah.

Sedangkan kalau terpisah atau tercerai berai, kehidupan tentu tidak akan harmoni lagi.

Oleh karena itu alat musik yang telah menjadi warisan budaya tak benda Indonesia versi PBB ini begitu kental dengan adat tradisi masyarakat Minahasa.

Bahkan acara ritual seakan tidak sakral jika tidak menggunakan Kolintang sebagai alat pengiring musiknya.

Cara Memainkan Alat Musik Kolintang

Cara Memainkan Alat Musik Kolintang

Cara Memainkan Alat Musik Kolintang – foto ig @kolintang49

Alat musik Kolintang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan stik atau alat pemukul yang terbuat dari bambu.

Nah, supaya suara alat musik lebih keras dan bisa terdengar harmoni, maka di ujung stik harus dipasangi alat pantul yang biasanya terbuat dari kain atau karet ban.

Setiap pemain Kolintang akan memegang tiga stik dengan pegangan khusus. Untuk stik nomor satu akan dipegang di tangan kanan sedangkan dua stik tersisa atau stik nomor dua dan tiga akan dipegang di tangan kiri.

Setelah itu kedua tangan mulai memukul Kolintang secara bergantian sesuai dengan irama yang dimainkan.

Sekalipun agak sulit untuk dimainkan, tetapi generasi muda ternyata sudah banyak yang tertarik untuk berlatih memainkan Kolintang.

Bahkan banyak dari mereka yang mengelaborasikan alat musik ini dengan alat musik modern seperti gitar, keyboard dan drum.

Itulah ulasan lengkap tentang alat musik tradisional dari Sulawesi, Kolintang. Semoga apa yang dijelaskan ini bisa menjadi tambahan pengetahuan untuk para generasi muda bangsa Indonesia.

Leave a Reply