Asal Usul dan Sejarah Tari Maengket - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Budaya, Pengetahuan, Tari Adat

Asal Usul dan Sejarah Tari Maengket

Asal Usul dan Sejarah Tari Maengket 1

Source: kompasiana.com

Masihkah kamu merasa asing ketika mendengar nama Tari Maengket? Tari Maengket adalah salah satu tari yang berasal dari sisi timur Indonesia, yaitu Kota Manado. Tari tradisional ini lahir di tengah Suku Minahasa, suku asli Sulawesi Utara. Tarian ini masih bertahan menjadi salah satu tradisi yang masih dilakukan hingga saat ini. Artikel kali ini akan mengajak kamu mengulik asal usul dan sejarah Tari Maengket ini. Simak ya!

Sejarah Tari Maengket

Asal Usul dan Sejarah Tari Maengket 2

Source: negerikuindonesia.com

Nama maengket diambil dari kata “engket” yang berarti mengangkat tumit naik turun, dan diberi tambahan “ma” yang kemudian bermakna menari dengan tumit naik turun. Tari Maengket sudah ada sejak Suku Minahasa mengenal pertanian. Menurut catatan sejarah, tarian ini sudah ada sejak abad ke-7. Ada pula sumber yang mengatakan bahwa nama maengket diambil dari kata “engket” yang artinya pasang, nyalakan, buka jalan. Kemudian diberi awalan “ma” sebagai bentuk kata kerja. Maka kata maengket bisa diartikan sebagai kegiatan yang bertujuan untuk menerangi, membuka jalan, dan menyatukan masyarakat. Tari Maengket ditampilkan untuk memeriahkan upacara panen raya sebagai ungkapan syukur kepada Sang Pencipta dan rasa bahagia atas hasil panen yang baik dan melimpah. Tari Maengket dilakukan secara massal dan ditarikan berpasangan; bisa laki-laki dan perempuan maupun perempuan semua atau laki-laki semua.

Mungkin kamu juga ingin baca:

Gerakan dan Babak Tari Maengket

Asal Usul dan Sejarah Tari Maengket 3

Source: pinterest.com

Gerakan Tari Maengket cenderung gemulai dengan kaki yang berjinjit-jinjit. Gerakan tarian ini sederhana dan dilakukan berpasang-pasangan namun tetap serentak. Ssatu-satunya yang gerakannya berbeda hanyalah kapel (pemimpin tarian) yang terlihat mencolok dengan busana yang cukup berbeda pula.

Tari Maengket terdiri dari tiga babak, yaitu:

  • Maowey Kamberu

Pemimpin tari menjentikkan jari dengan tujuan mengundang dewi turun ke bumi. Jentikkan jari ini juga menjadi pertanda dimulainya tarian. Filosofi gerakannya adalah bersyukur kepada Tuhan atas hasil pertanian yang melimpah ruah.

  • Marambak

Marambak berasal dari kata “rambak” yang artinya menyentakkan kaki ke lantai. Babak ini menggambarkan semangat gotong royong masyarakat Minahasa. Pada masa lalu, orang Minahasa membangun rumah dengan cara bergotong royong dan saling bergiliran. Sehingga biaya dan tenaga ditanggung bersama-sama.

Leave a Reply