Asal Usul dan Sejarah Tari Caci - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Budaya, Tari Adat

Asal Usul dan Sejarah Tari Caci

Tari Caci

Tari Caci

Khusus acara besar pertunjukan caci biasanya menyediakan masakan dari beberapa hewan kerbau yang telah dipotong kemudian disajikan sebagai hidangan makanan bagi para peserta dan penonton.

Aal Usul Tari Caci

Asal Usul Tari Caci – Pesona.travel

Kelompok tari caci merupakan kelompok laki-laki yang berasal dari dua desa atau kampung berbeda. Sorakan para penonton menggema, memahami arti tetesan darah sebagai persembahan untuk kesuburan serta lambang kejantanan.

Cambuk yang dipakai terbuat dari kulit kerbau atau sapi yang telah dikeringkan. Sedangkan untuk pegangan cambuk dari lilitan kulit kerbau serta diujung cambuk dipasang kulit kerbau tipis yang sudah mengering dan keras disebut lempa/ lidi enau  yang masih hijau (pori).

Untuk laki-laki berperan sebagai penangkis disebut ta’ang yakni dengan menangkis setiap lecutan cambuk lawan dengan perisai dan busur terbuat dari bambu berjalin rotan, sementara perisai berbentuk bundar yang berlapis kulit kerbau telah dikeringkan.

Cara membawakannya perisai dipegang sebelah tangan dan busur penangkis ditangan lainnya.Bentuk iringan tari danding pembuka caci dengan lirik lagu untuk membangkitkan semangat para petarung caci.

Tata Rias dan Busana Tari Caci

Tata rias dan busana yang dikenakan para penari caci adalah celana panjang berwarna putih dipadukan kain songke (sejenis kain songket khas Manggarai) dikenakan di sebatas pinggang hingga lutut. Untuk tubuh bagian atas dibiarkan terbuka sebab tubuh tersebut merupakan sasaran bagi serangan lawan.

Untuk bagian kepala para penari menggunakan topeng atau panggal berbentuk seperti tanduk kerbau yang terbuat dari kulit kerbau telah mengeras ditambah hiasan kain yang berwarna-warni. Topeng ini akan menutupi sebagian muka yang sebelumnya sudah dibalut menggunakan handuk atau destar sebagai pelindung.

Gerakan Tari Caci

Tari Caci

Tari Caci

Peraturan gerakan dalam tarian caci terbagi menjadi 2 kategori yang dilakukan secara bergantian dengan cara bertukar posisi yaitu penyerang dan bertahan. Pentas seni tari caci umumnya diiringi dengan bunyi-bunyian dari pukulan gendang, gong dan nyanyian para pendukung kedua penari.

Ketika salah satu anggota kelompoknya bertarung, anggota kelompok lain memberi dukungan sambil menari-nari dan para penonton ikut bersorak-sorak memberi dukungan supaya cambuk yang dilecutkan lebih kuat lagi.

Nilai dan Makna Tari Caci

Nilai- nilai dalam tari caci diantarnya semangat sportivitas, saling menghormati, dan diselesaikan tanpa dendam diantara para penari. Hal tersebut membuktikan bahwa mereka memiliki semangat dan jiwa kepahlawanan dalam diri mereka. Etika moral kemanusian dijunjung tinggi dalam tarian caci ini.

Leave a Reply