Pakaian Adat Tradisional Aesan Gede - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Budaya, Pakian Adat

Pakaian Adat Tradisional Aesan Gede

Aesan gede, Pakaian Adat Sumatera Selatan

Aesan gede, Pakaian Adat Sumatera Selatan

Aesan Gede – Indonesia memiliki banyak pakaian daerah. Kali ini kita akan membahas pakaian dari pulau Sumatra yaitu Aesan Gede. Aesan Gede adalah pakaian adat masyarakat Sumatra Selatan yang dipergunakan dalam upacara pernikahan.

Aesan gede adalah bahasa daerah asal Sumatra yang berarti swarnadwipa atau yang disebut dengan pulau emas. Aksesoris yang dikenakan dengan pakaian aesan gede yaitu berupa perhiasan bercitrakan keemasan.

Pakaian Adat Tradisional Aesan Gede 1

Pakaian Adat Sumatera Selatan Aesan Gede – backpackerjakarta.com

Pakaian ini termasuk ke dalam salah satu jenis kain songket yang dahulu sering dipergunakan oleh para kaum bangsawan.  Pakaian ini digunakan untuk upacara adat pernikahan karena melambangkan kebesaran orang yang mengenakannya.

Aesan gede juga dikenakan pada acara munggah, yaitu salah satu puncak upacara adat pernikahan yang harus dijalankan oleh kedua mempelai. Budaya ini merupakan pengaruh dari Hindu Budha. Aesan gede berasal dari Kerajaan Sriwijaya yang menganut kepercayaan Hindu-Budha.

Baca Juga ya : 

Makna Dan Motif Aesan Gede

Makna Dan Motif Aesan Gede

Makna Dan Motif Aesan Gede – seringjalan.com

Pakaian hasil karya tenunan masyarakat tradisional Palembang itu ditenun dari benang emas atau disebut juga songket lepus dengan berbagai motif hiasan di antaranya, motif bunga melati, motif bunga mawar, motif pucuk rebung, dan motif bunga tanjung.

  • Motif bunga mawar merupakan perlambangan penawar dan menjauhkan diridari marabahaya.
  • Motif bunga tanjung merupakan lambangkeramahan sebagai istri tuan rumah dan sebagai ucapan selamat datang kepada para tamu undangan yang hadir.
  • Motif bunga melati melambangkan kesucian, keanggunan, dan sopansantun dari mempelai wanita.
  • Motif pucuk rebung merupakan perlambang harapan yang baik untuk masa depan.

Busana Aesan Gede Untuk Mempelai pria

Bagian Kepala mempelai pria harus dipasang Kesuun yang bentuknya seperti mahkota berhias melati dan Tebeng Malu di atasnya, bentuknya mirip dengan yang dikenakan oleh pengantin wanita. Pada Bagian Badan harus mengenakan Kalung Kebo Munggah dan Slempang Sawir.

Pada bagian tangan, pengantin pria harus memakai Gelang Kulit Bahu, Gelang Sempuru, Gelang Gepeng, dan juga Gelang Ulo Betapo. Pada kaki, pengantin pria mengenakan Celano Sutra, yaitu celana berbahan Sutra yang memiliki motif Ukel. Cenela adalah alas kaki yang mirip dengan mempelai wanita hanya ukurannya saja yang berbeda.

Busana  Aesan Gede Untuk Mempelai wanita 

Busana  Aesan Gede Untuk Mempelai wanita 

Busana  Aesan Gede Untuk Mempelai wanita  – id.wikipedia.org

Bentuk Aesan gede pada mempelai wanita terdiri dari bagian kepala, badan, tangan, dan kaki. Pada bagian kepala terdapat Bungo Rampai yang mempunyai bentuk seperti bunga cempaka bertangkai dan terbuat dari bahan emas.

Gandik mempunyai bentuk seperti ikat kepala yang terbuat dari kain bludru bewarna merah pada bagian atasnya di hiasi ornamen melati. Gelung Malang berbentuk sanggul yang terbuat dari rambut asli yang dirangkai dengan bunga mawar dan melati.

Selanjutnya, pada bagian badan terdiri dari Taratai yaitu penutup dada, Kalung Kebo Munggah berbentuk kalung tiga susun dengan ornamen bentuk kepala kerbau dan Songket Lepus merupakan jenis kain yang ditenun dengan benang emas dan memiliki motif tumpal.

Leave a Reply