Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Inspirasi

Kata Kata dan Lirik Fiersa Besari Tentang Alam

fiersa besari saat najak gunung

Jika kamu menyukai Pendaki dan pecinta alam sekaligus penyanyi terkenal Fiersa Besari, kamu pasti tau kata-kat adan liriknya sangat bagus dan sangat puitis. Terlebih kata-kata yang sering dia ucapkan mengenai pendaki atau juga caption pendaki yang bagus sering dia ciptakan hingga menjadi inspirasi bagi para nitizen.

Tentang Fiersa Besari

Fiersa Besari, siapa yang tak kenal pria satu ini. Selain terkenal dengan lagu-laguny ayang syahdu, dia juga terkenal dengan kata-kata yang romantis terutama kata-kata tentang alam yang mengisnpirasi. Fiersa Besari adalah seorang penulis kelahiran Bandung, 3 Maret. Selain sebagai seorang penulis dia juga merupakan seorang pemusik dan pecipta lagu.

fiersa besari – foto og @fiersabesari

Beberapa album solonya sudah banyak sekali dikenal publik misalnya saja tahun 2012 silam, salah satu lbum yang berjudul 11:11 yang ternyata disukai dipasaran. Selain jago menulis Lagu dan menyanyikanya dengan sangat romantis, Fiersa Besari juga mampu membuat sebuah tulisan menarik. salah satu buku karyanya berjudul “Garis Waktu” yang merupakan rangkuman dari beberapa tulisannya sejak tahun 2012 hingga 2016 juga mencuri perhatian terutama dikalangan para pecinta alam.

Bagi saya sendiri karya albumnya tahun 2015 “Konspirasi Alam Semesta” merupakan salah satu awal kesukaan saya pada beliau. Bahkan Konspirasi alampun berhasil dibuatkan bukunya.

fiersa besari saat najak gunungBerikut ini beberapa lirik atau kata-kata fiersa bersari tentang alam dan tentang cinta yang bisa kamu tulis di caption ig kamu atau menjadi inspirasi kamu.

Kau tahu, kenapa kebanyakan pegiat alam susah dapat jodoh? Karena, di gunung, kami banyak belajar tentang cara berbagi, cara mendengarkan, cara merawat, juga cara mencintai. Tapi, kami tidak pernah belajar tentang cara memiliki.

Beberapa rindu memang harus sembunyi-sembunyi. Bukan untuk disampaikan, hanya untuk dikirimkan lewat doa.

Ada hal yang lebih berharga dibandingkan uang, dan ia bernama ‘waktu’. Uang yang hilang bisa diganti, namun waktu yang hilang takkan pernah bisa kembali

Beberapa rasa memang harus dibiarkan menjadi rahasia. Bukan untuk diutarakan, hanya untuk disyukuri keberadaannya

Aku, biarlah seperti bumi. Menopang meski diinjak, memberi meski dihujani, diam meski dipanasi. Sampai kau sadar, jika aku hancur… kau juga.

Aku diam, bukan berarti tak memperhatikan

Jika saatnya tiba, sedih akan menjadi tawa, perih akan menjadi cerita, kenangan akan menjadi guru, rindu akan menjadi temu, kau dan aku akan menjadi kita.

Bukankah hidup ini sebetulnya mudah? Jika rindu, datangi. Jika tidak senang, ungkapkan. Jika cemburu, tekankan. Jika lapar, makan. Jika mulas, buang air. Jika salah, betulkan. Jika suka, nyatakan. Jika sayang, tunjukkan. Manusianya yang sering kali mempersulit segala sesuatu. Ego mencegah seseorang mengucap “Aku membutuhkanmu”.

Kamu tahu kenapa Tuhan menciptakan kegelapan? Supaya kita mensyukuri keindahan kelap-kelip bintang. Percaya deh, bahkan saat hidupmu sedang gelap, akan selalu ada cahaya yang membantu kamu menamakan jalan keluar

Seperti apakah warna cinta? Apakah merah muda seperti rekahanya Ataukah kelabu seperti pecahanya?

Bahwasannya cinta bukan hanya harta dan tahta, tapi juga wisata.

Ketika alam sedang berkonspirasi, ada garis waktu yang harus kugapai untuk menemukan apa warna cinta sesungguhnya

Kadang ‘rasa’ hanya untuk dinikmati dalam kesendirian, dengan setumpuk harapan.

Leave a Reply