Tari Adat

Dari Mana Asal Tari Suling Dewa?

Dari Mana Asal Tari Suling Dewa? 1

Tari Suling Dewa. Foto: luhusnulyakin.blogspot.com

Tari Suling Dewa – Musim kemarau seringkali datang tidak sesuai dengan perkiraan. Bahkan, musim kemarau juga bertahan sangat lama hingga menyebabkan kekeringan dimana-mana. Hal ini tentu saja sangat meresahkan masyarakat.

Musim kemarau yang tak kunjung pergi pastinya akan menyebabkan sumber air mengering, sedangkan pasokan air pun semakin menipis. Padahal, air merupakan salah satu kebutuhan paling utama bagi manusia.

Dari Mana Asal Tari Suling Dewa? 2

Salah Satu Contoh Kekeringan Air. Foto: merdeka.com

Di Indonesia, dalam mengatasi kekeringan yang berkepanjangan, beberapa upaya dilakukan oleh masyarakat. Upaya tersebut juga berhubungan dengan ritual-ritual untuk memanggil hujan. Ritual tersebut dipercayai oleh masyarakat sebagai cara yang ampuh dan merupakan warisan dari nenek moyang. Salah satu ritual yang berhubungan dengan ritual memanggil hujan ini adalah Tari Suling Dewa.

Ada cerita khusus mengenai diciptakannya Tari Suling Dewa. Selain itu, tari ini juga memiliki keunikan khasnya yang membedakan dari tari-tari yang lain. Lalu, dari mana Tari Suling Dewa ini berasal? Berikut ini akan diulas mengenai asal Tari Suling Dewa beserta hal menarik lainnya dari tari ini.

Asal-Usul Tari Suling Dewa

Tari Suling Dewa yang terkenal sebagai tari untuk memanggil hujan berasal dari Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Ada penyebab yang membuat tari ini diperagakan oleh masyarakat sekitar. Tidak lain adalah kondisi kekeringan berkepanjangan terjadi sekitar 3 tahun di Bayan, NTB.

Adanya kekeringan ini telah menyebabkan tanaman mati termasuk tanaman yang ditanam oleh para petani. Kondisi ini jelas memberikan dampak yang sangat buruk bagi kalangan petani, karena banyaknya gagal panen. Apalagi mayoritas masyarakat Bayan mengandalkan penghasilan terbesar mereka dari hasil panen. Bila masalah ini tidak diatasi, tentu akan terjadi bahaya kelaparan bagi masyarakat setempat.

Dari Mana Asal Tari Suling Dewa? 3

Pertunjukan Tari Suling Dewa. Foto: luhusnulyakin.blogspot.com

Lalu, seorang sesepuh Bayan mendapatkan pencerahan berupa bisikan suara yang datang dari langit. Bisikan itulah yang kemudian membuat sesepuh sekaligus masyarakat setempat sepakat untuk melakukan ritual memanggil hujan dengan Tari Suling Dewa. Suara dari suling yang ditiup dipercaya oleh masyarakat sebagai suara yang dapat berkomunikasi dengan langit sehingga air hujan dapat turun saat mendengat suara tersebut.

Masyarakat juga mempercayai jika suling ini memiliki nilai filosofis yang sama dengan manusia. Seruling yang tidak ditiup pasti tidak akan menghasilkan bunyi, hal ini juga berlaku pada manusia, tanpa adanya roh dalam tubuhnya tentu manusia tidak akan hidup. Dalam penyajian tarinya, tari ini dibawakan oleh amaq lokak sebagai pewaris suling dewa dan dua inan gending sebagai pembawa tembang penyelaras suling yang disebut nan gending.

Uniknya Tari Suling Dewa

Sebagai tari yang menjadi bagian dari ritual adat istiadat, Tari Suling Dewa juga kaya akan keunikan. Keunikan tersebut dimulai dari pembagian babak tari, kostum, dan musik pengiringnya. Berikut adalah ulasan mengenai uniknya Tari Suling Dewa.

1. Pembagian Babak Tari

Keunikan yang pertama ada pada pembagian dari tari. Pada awal bagian sebelum tarian ini benar-benar dilakukan, para sesepuh masyarakat termasuk inan gending dan amaq gending akan memasuki suatu bale dengan membawa sesaji. Sesaji yang dibawa terdiri dari uang bolong, piranti beras kuning, ayam hitam, telur ayam sejumlah 4 buah, bokor sirih, gula merah, dan air kembang.

Dari Mana Asal Tari Suling Dewa? 4

Tari Suling Dewa dibawakan oleh Sesepuh. Foto: luhusnulyakin.blogspot.com

Proses selanjutnya adalah para sesepuh akan membacakan mantra semacam permintaan izin untuk memulai ritual. Dalam mantra yang diucapkan, ada beberapa mantra yang menggunakan ayat Al Qur’an. Setelah izin didapatkan, para penari beserta pembawa sesaji akan keluar dari bale dan berjajar membentuk formasi tarian. Untuk para pembawa sesaji, posisi mereka akan ada di depan para penari. Semua penari dan pembawa sesaji kemudian menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan. Baru setelahnya ritual tari akan dimulai.

2. Busana Tari Suling Dewa  dan Iringan Musiknya

Dalam Tari Suling Dewa, busana yang dikenakan oleh para penarinya tergolong sangat sederhana. Bagi para penari pria, busana tari yang dipakai hanya berupa sarung dan kain yang diikat di pinggang. Sedangkan, untuk para wanitanya, hanya menggunakan kemben, sarung, dan selendang saja.

Dari Mana Asal Tari Suling Dewa? 5

Suling Sebagai Iringan Musik. Foto: youtube.com

Dalam iringan musiknya juga tergolong sangat sederhana. Seperti namanya, tari ini memakai suling sebagai satu-satunya musik pengiring. Lalu, sebagai pengiring suling, inan gending akan membawakan tembang atau syair.

Nah, dari penjelasan di atas, dari mana asal Tari Suling Dewa telah terjawab. Sebagai bagian dari adat istiadat, tari ini memiliki nilai filosofis yang kuat. Bahkan, menjadi salah satu kesenian yang sangat dipercayai oleh masyarakat Bayan, NTB sebagai bagian dari ritual permohonan turunnya hujan dan warisan dari nenek moyang.

Baca Juga:

Leave a Reply