5 Upacara Adat Suku Dayak Yang Masih Dilakukan - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

kebudayaan

5 Upacara Adat Suku Dayak Yang Masih Dilakukan

ritua Nyangahatn

ritua Nyangahatn - foto kalbar.aman.com

Upacara Adat Suku DayakSuku Dayak merupakan kelompok masyarakat yang bermukim di Kalimantan Timur. Menurut para sejarawan, Suku dayak adalah suku yang memegang teguh adat istiadat dan tradisi setempat.

Bahkan, sampai sekarang ini, masih terdapat beberapa upacara adat suku dayak yang masih dilaksanakan secara rutin.

upacara adat suku dayak

upacara adat suku dayak // travel.tribunnews.com

Pada artikel kebudayaan berikut ini, akan kami jelaskan tentang beberapa upacara adat suku Dayak yang masih dilaksanakan serta berhasil menarik ribuan pengunjung untuk menontonnya.

Silakan disimak, semoga bisa menjadi pengetahuan yang bermanfaat dan ini dia upacara adat yang dimaksud:

1. Upacara Nyagahatn

ritua Nyangahatn, Upacara Adat Suku Dayak

ritua Nyangahatn, Upacara Adat Suku Dayak – foto kalbar.aman.com

Upacara Nyagahatn merupakan upacara yang dilangsungkan beberapa saat sebelum menanam padi dan beberapa saat selepas panen.

Ritual adat ini dipimpin oleh ketua adat yang akan membaca mantra-mantra lalu mengoleskan sejenis cairan berwarna merah ke kening penonton yang hadir.

Sedangkan sesajen yang diserahkan masih berupa makanan mentah baru pada tahap berikutnya sesajen seperti ayam mulai dimasak agar masyarakat bisa memakannya bersama-sama.

Upacara ini dilangsungkan oleh Suku Dayak untuk menyampaikan rasa syukur kepada Jubata atau tuhannya mereka.

Mereka juga memohon diberikan kemudahan sampai panen serta meminta agar tanaman dijauhkan dari hama.

Oleh karena alasan ini, biasanya ritual Nyagahatan dilangsungkan di tempat khusus yang berdekatan dengan sawah.

2. Upacara Tiwah

Upacara Tiwah

Upacara Tiwah – foto ig @lamandauinfo

Upacara Adat Suku Dayak yang masih sering dilakukan selanjutnya addalah Upacara Tiwah.

Upacara Tiwah merupakan upacara adat kematian yang dilakukan oleh masyarakat Dayak yang menganut aliran Kaharingan.

Upacara ini dilangsungkan dalam rangka mengantar tulang belulang mayat ke sandung, sebuah rumah kecil khusus yang memang dijadikan tempat untuk menyimpan jenazah tersebut.

Sedangkan upacara dipimpin oleh pemuka adat yang terus melantunkan mantra-mantra tertentu.

Syarat untuk melangsungkan upacara Tiwah ialah, keluarga yang meninggal harus menyiapkan ratusan hewan yang akan dikorbankan.

Setelah semua hewan sudah tersedia, maka dilangsungkan penombakan pada hewan terebut, sedangkan ayam tidak ditombak melainkan disembelih seperti biasa.

Setelah itu, hewan seperti sapi dan kerbau dimasak dan diberikan kepada warga agar bisa memakannya secara beramai-ramai.

3. Upacara Laluhan

Upacara Laluhan, Upacara Adat Suku Dayak

Upacara Laluhan, Upacara Adat Suku Dayak – foto ig @disbudpora_kps

Upacara Laluhan awalnya adalah ritual sebelum pemuda Dayak akan berperang dengan suku yang lain.

Namun, karena saat ini sudah tidak ada perang, maka ritual Laluhan menjadi tradisi kebudayaan saja yang masih tetap dilangsungkan sebagai sebuah penghargaan atas nenek moyang yang telah melahirkan sebuah karya budaya unik tersebut.

Upacara Laluhan identik dengan adu lempar tombak yang berlangsung di dermaga.

Ritual ini diawali dengan pemberangkatan sebuah perahu besar yang sudah dihias sedemikian rupa menuju dermaga yang sudah ditunjuk.

Kurang lebih berjarak 30 meter dari dermaga, maka awak kapal langsung melempar tombak yang terbuat dari batang suli berujung tumpul ke dermaga.

Orang yang menunggu di dermaga langsung membalas melempar bambu yang sama ke perahu di depannya.

4. Upacara Wadian

sejarah Tari Balean Dadas

sejarah Tari Balean Dadas – foto destinasidigital.com

Wadian merupakan upacara adat Suku Dayak Kalimantan Tengah yang biasanya dilangsungkan pada saat tabib sedang mengobati orang yang sakit.

Salah satu bentuk ritualnya ialah, keluarga pasien melakukan tarian yang disebut Tari Balian yang kabarnya memiliki gerakan mistis tertentu untuk mengusir roh yang katanya telah mendatangkan penyakit tersebut.

Sejatinya, upacara untuk pengobatan orang sakit ini sudah tidak lagi dilakukan oleh masyarakat suku Dayak Modern.

Namun, Tari Badian masih berlangsung dan menjadi satu tradisi yang ternyata masih mendapatkan banyak apresiasi dari masyarakat sekitar hingga penonton dari luar.

Sedangkan untuk pengobatan masyarakat Suku Dayak sudah sangat modern termasuk sudah banyak yang menggunakan jasa medis dan dokter daripada pergi ke tabib atau dukun.

5. Mantat Tu’ Mate

Mantat Tu’ Mate

Mantat Tu’ Mate – foto kompas

Mantat Tu’ Mate merupakan adat suku Dayak yang identik dengan suasana duka karena ritual ini berlangsung ketika ada keluarga yang meninggal dunia.

Pada upacara ini, semua keluarga dan pengantar mayat akan menari mengelilingi mayat selama tiga hari. Ritual ini akan berlangsung selama 7 hari sampai mayat akan dikebumikan.

Masa akhir ritual ditandai dengan pemotongan bambu lalu dibuang ke tempat yang jauh.

Kabarnya, ini untuk menghapus dosa si mayat sekaligus untuk mencegah terjadinya musibah bagi keluarga dan pengantar yang masih hidup.

Ritual ini masih dilaksanakan sampai saat ini terutama oleh penganut agama kaharingan.

**

Inilah 5 upacara adat Suku Dayak yang masih dilakukan sampai saat ini dan telah berhasil mempopulerkan Dayak sebagai suku dengan ratusan tradisi unik.

Bisa dibilang juga kalau Suku Dayak adalah penyumbang aset budaya terbanyak untuk negeri Indonesia yang sebagiannya telah diresmikan oleh PBB.

Leave a Reply