4 Cerita Rakyat Dari Bali yang Terkenal - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Cerita Rakyat

4 Cerita Rakyat Dari Bali yang Terkenal

Cerita Manik Angkeran

Cerita Manik Angkeran - foto kompasiana.com

Ibu Calonarang mempunyai anak kandung seorang putri yang bernama Diah Ratna Mengali, berparas cantik jelita.

Namun putrinya tidak ada satupun pemuda yang melamarnya karena orang-orang mengira putrinya dapat nge-leak.

Hal ini pun membuat Ibu Calonarang sedih sekaligus marah karena ia tidak bisa mempunyai keturunan kelak.

Ketika penduduk Rakyat Kediri tertidur lelap di tengah malam.

Saat itulah para murid Ibu Calonarang yang sudah menjadi leak datang ke desa-desa wilayah pesisir Kerajaan Kediri.

Hingga akhirnya seluruh lapisan masyarakat termasuk para tetua dan pemangku berkumpul di Balai Banjar di Desa Girah untuk bermusyawarah.

Mereka pun berencana memohon ke hadapan Raja Airlangga agar beliau berkenan untuk datang ke desa-desa wilayah pesisir Kerajaan Kediri .

Pasalnya rakyatnya sedang ditimpa musibah penyakit atau gerubug dan Raja pun mendatanginya

4. Cerita Manik Angkeran, Asal Mula Selat Bali

Cerita Manik Angkeran, Cerita Rakyat Dari Bali 

Cerita Manik Angkeran, Cerita Rakyat Dari Bali  – foto kompasiana.com

Cerita Rakyat Dari Bali  yang hingga kini masih sering didongengkan adalah Cerita Manik Angkeran.

Pada zaman dulu di kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yang bernama Sidi Mantra yang sangat terkenal kesaktiannya.

Kemudian ada seorang pemuda bernama Manik Angkeran yang gagah dan pandai.

Namun, dia mempunyai sifat yang kurang baik, yaitu suka berjudi.

Sebab tidak dapat membayar hutang, Manik Angkeran meminta bantuan ayahnya untuk berbuat sesuatu.

Hingga pada suatu hari, Manik Angkeran mendengar dari temannya bahwa harta itu didapat dari Gunung Agung.

Manik Angkeran tahu untuk sampai ke sana dia harus membaca mantra tetapi dia tidak pernah belajar mengenai doa dan mantra.

Jadi, dia hanya membawa genta yang dicuri dari ayahnya waktu ayahnya tidur.

Saat bertapa dia bertemu dengan Naga Besukih dan Naga itu memberikannya banyak harta, emas serta intan permata.

Namun, Manik mempunyai niat jahat dan berusaha memotong ekor Naga tersebut.

Naga marah dan berjanji akan mengembalikan hartanya asalkan ekornya kembali ada seperti sediakala.

Berkat kekuatan Ayahnya yaitu Sidi Mantra ekor naga pun kembali ada.

Sidi Mantra tahu ia tidak dapat hidup bersama dengan anaknya lagi.

Dengan tongkatnya, Sidi Mantra membuat garis yang memisahkan dia dengan anaknya.

Sekarang tempat itu menjadi selat Bali yang memisahkan pulau Jawa dengan pulau Bali.

Sumber: duniapendidikan.id

Leave a Reply