4 Cerita Rakyat Dari Bali yang Terkenal - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Cerita Rakyat

4 Cerita Rakyat Dari Bali yang Terkenal

Cerita Manik Angkeran

Cerita Manik Angkeran - foto kompasiana.com

Cerita Rakyat Dari Bali  – Pulau Bali terkenal dengan destinasi wisata alamnya yang memukau. Namun, di luar itu ternyata menyimpan banyak cerita rakyat di dalamnya.

Cerita rakyatnya pun menginspirasi bagi kita untuk belajar tentang kebudayaan Bali yang belum kita gali.

Inilah 4 cerita rakyat Bali yang terkenal dan masih sering kita denger:

1. Legenda Putri Ayu Bali

Legenda Putri Ayu Bali

Legenda Putri Ayu Bali – foto yotube Ayu Riyanta,

Pada zaman dahulu 4 orang anak raja yaitu 2 laki-laki dan dua perempuan yang ingin sekali keluar mencari hal baru diluar istana.

Kemudian, pada suatu hari keempatnya mencium sesuatu yang harum sekali.

Mereka pun tertarik untuk mengetahui asal dari bau tersebut dan meminta izin kepada orang tuanya.

Untuk mencari dari mana bau harum itu berasal, mereka berjalan ke arah timur.

Dalam perjalanan si putri bungsu terpesona dengan pemandangan alam sehingga memilih tinggal di pure Batur Gunung Batur.

Ketiga kakaknya pun kembali meneruskan perjalanan kembali mencari bau harum yang belum juga mereka temui.

Hingga pada akhirnya kakak yang paling tua tiba di desa Trunyan Bali dan bertemu dengan seorang Putri cantik bernama Putri Ayu.

Tak lama Putra paling sulung itu kemudian menikahi putri ayu dan bahkan menjadi kepala desa disana.

Kakak tertua itupun hidup berbahagia bersama anak-anaknya.

2. Cerita Rakyat Bali Tentang Kesuna dan Bawang

Kesuna dan Bawang

Kesuna dan Bawang – foto dongeng kita

Cerita Rakyat Dari Bali yang paling populer lainnya adalah cerita tentang Bawang dan kesuna.

Bawang adalah anak yang manja dan hampir semua pekerjaan rumah Kesuna yang mengerjakannya.

Suatu hari, Kesuna pulang dari sungai dan dia pun dimarahi oleh ibunya hingga diusir dengan sapu lidi. Hal ini membuat Kesuna sedih dan lalu pergi berlari ke hutan.

Di hutan Kesuna melihat banyak burung Crukcuk Kuning.

Burung Crukcuk Kuningpun mematuk kepalanya namun, Kesuna tidak mati justru ia mendapatkan mahkota emas.

Dan setiap burung Crukcuk itu mematuk seluruh anggota tubuh Kesuna, ia pun mendapatkan banyak emas.

Akhir kisah Kesuna pulang ke rumah dan burung Crukcuk kuning mematuk tubuh si Bawang.

Namun, hal ini berbeda bukan emas yang ia dapati dalam tubuhnya melainkan luka dan juga lilitan hewan ular.

Ini akibat Bawang yang berlaku jahat terhadap Kesuna hingga ia diusir dari rumah.

3. Cerita Ratu Leak Calonarang Rangda Nateng Girah

Ratu Leak Calonarang

Ratu Leak Calonarang – foto youtube Vie Try Day,

Cerita Rakyat Dari Bali yang paling terkenal salah satunya adalah cerita tentang Ratu Leak Calonarang .

Di Kerajaan Kediri pada masa pemerintahan Airlangga yaitu di desa Girah ada sebuah Perguruan Ilmu Hitam atau Ilmu Pengeleakan.

Perguruan ini dipimpin oleh seorang janda yang bernama Ibu Calonarang (nama julukan dari Dayu Datu.

Ibu Calonarang mempunyai anak kandung seorang putri yang bernama Diah Ratna Mengali, berparas cantik jelita.

Namun putrinya tidak ada satupun pemuda yang melamarnya karena orang-orang mengira putrinya dapat nge-leak.

Hal ini pun membuat Ibu Calonarang sedih sekaligus marah karena ia tidak bisa mempunyai keturunan kelak.

Ketika penduduk Rakyat Kediri tertidur lelap di tengah malam.

Saat itulah para murid Ibu Calonarang yang sudah menjadi leak datang ke desa-desa wilayah pesisir Kerajaan Kediri.

Hingga akhirnya seluruh lapisan masyarakat termasuk para tetua dan pemangku berkumpul di Balai Banjar di Desa Girah untuk bermusyawarah.

Mereka pun berencana memohon ke hadapan Raja Airlangga agar beliau berkenan untuk datang ke desa-desa wilayah pesisir Kerajaan Kediri .

Pasalnya rakyatnya sedang ditimpa musibah penyakit atau gerubug dan Raja pun mendatanginya

4. Cerita Manik Angkeran, Asal Mula Selat Bali

Cerita Manik Angkeran, Cerita Rakyat Dari Bali 

Cerita Manik Angkeran, Cerita Rakyat Dari Bali  – foto kompasiana.com

Cerita Rakyat Dari Bali  yang hingga kini masih sering didongengkan adalah Cerita Manik Angkeran.

Pada zaman dulu di kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yang bernama Sidi Mantra yang sangat terkenal kesaktiannya.

Kemudian ada seorang pemuda bernama Manik Angkeran yang gagah dan pandai.

Namun, dia mempunyai sifat yang kurang baik, yaitu suka berjudi.

Sebab tidak dapat membayar hutang, Manik Angkeran meminta bantuan ayahnya untuk berbuat sesuatu.

Hingga pada suatu hari, Manik Angkeran mendengar dari temannya bahwa harta itu didapat dari Gunung Agung.

Manik Angkeran tahu untuk sampai ke sana dia harus membaca mantra tetapi dia tidak pernah belajar mengenai doa dan mantra.

Jadi, dia hanya membawa genta yang dicuri dari ayahnya waktu ayahnya tidur.

Saat bertapa dia bertemu dengan Naga Besukih dan Naga itu memberikannya banyak harta, emas serta intan permata.

Namun, Manik mempunyai niat jahat dan berusaha memotong ekor Naga tersebut.

Naga marah dan berjanji akan mengembalikan hartanya asalkan ekornya kembali ada seperti sediakala.

Berkat kekuatan Ayahnya yaitu Sidi Mantra ekor naga pun kembali ada.

Sidi Mantra tahu ia tidak dapat hidup bersama dengan anaknya lagi.

Dengan tongkatnya, Sidi Mantra membuat garis yang memisahkan dia dengan anaknya.

Sekarang tempat itu menjadi selat Bali yang memisahkan pulau Jawa dengan pulau Bali.

Sumber: duniapendidikan.id

Leave a Reply