3 Upacara Adat Suku Gorontalo Yang Masih Dilakukan - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

kebudayaan

3 Upacara Adat Suku Gorontalo Yang Masih Dilakukan

acara Tumbilotohe

acara Tumbilotohe - foto ig @syfrdn_soga

Upacara Adat Suku Gorontalo  – Suku Gorontalo merupakan kelompok masyarakat yang bermukim di Provinsi Gorontalo.

Menurut informasi yang beredar, suku ini termasuk suku asli yang telah mendiami Gorontalo selama ratusan tahun.

Maka dari itu, sebagian besar adat Gorontalo bermula dari suku ini dan masih tetap lestari sampai saat ini.

Masyarakat suku Gorontalo mendominasi kawasan Kabupaten Gorontalo, bahkan sebagian ada yang melanglang buana hingga keluar provinsi.

Maka dari itu, banyak dari masyarakat yang melahirkan generasi Gorontalo baru di luar daerah yang mereka akan pulang kampung ketika menjelang hari raya Idul Fitri.

baca juga : 

Upacara Adat Suku Gorontalo

Upacara Adat Suku Gorontalo // prismapictures.id

Para ahli budaya banyak yang menyatakan kalau Suku Gorontalo begitu memegang tradisi dan kebudayaannya.

Bahkan, ada beberapa upacara adat yang masih tetap berlangsung sampai saat ini, padahal awal kemunculannya sudah ratusan tahun yang lalu.

Ini dia Upacara Adat Suku Gorontalo yang dimaksud:

1. Upacara Tondhalo

Upacara Tondhalo

Upacara Tondhalo – foto ig @maryam_mahmud91

Upacara Adat Suku Gorontalo  yang pertama Tondhalo. Acara ritual ini mirip dengan acara tujuh bulanan yang berlangsung di Pulau Jawa termasuk di Pulau Madura Jawa Timur.

Sekalipun demikian Tondhalo ala Gorontalo dengan Pelet Kandung di Madura memiliki banyak perbedaan.

Pada tradisi Tondhalo, suami istri menggunakan pakaian adat lalu duduk berdampingan di tempat yang sudah disediakan.

Setelah itu, si istri dipegang dahinya oleh dukun kampung atau hulango. Jika proses ini sudah selesai, maka si istri masuk kamar yang sudah dihias seperti kamar pengantin.

Tahapan yang berikutnya, si istri telentang di tempat tidur lalu dukun perempuan atau hulango akan meletakkan uang koin di atas perut yang membesar.

Kabarnya si dukun bisa melihat kondisi si bayi di dalam rahim dengan memperhatikan uang koin tersebut.

Jika prosesi ini selesai baru si suami masuk ke dalam kamar lalu melangkahi istrinya yang telentang sebanyak tiga kali yang katanya agar kelahirannya berjalan normal.

2. Tumbilotohe, Upacara Adat Suku Gorontalo

acara Tumbilotohe

acara Tumbilotohe – foto ig @syfrdn_soga

Malam tumbilotohe merupakan upacara tradisi atau perayaan yang sering dilakukan oleh masyarakat dari kalangan suku Gorontalo.

Upacara Adat Suku Gorontalo Ini merupakan perayaan yang sebagian besar dilakukan oleh umat islam yang memang mayoritas di Gorontalo.

Sedangkan waktu perayaan berdekatan dengan hari raya Idul Fitri berarti berlangsung pada saat bulan ramadlan.

Ritual Tumbilotohe dimulai dari pembacaan doa di masjid atau musholla selepas tarawih. Setelah itu, dilanjutkan dengan makan-makan bersama warga sekitar baik orang dewasa maupun anak-anak.

Baru keesokan harinya adat yang sudah mentradisi dilanjutkan dengan mengadakan ritual inti.

Pada sore hari menjelang buka, seluruh warga memasang penerang di depan rumah baik penerang dari lilin, talpek, obor maupun lampion.

Biasanya, lampu-lampu yang dihias sedemikian rupa ini dihidupkan ketika waktu sudah malam dan lampu yang biasa, dimatikan supaya suasana kampung terlihat remang-remang.

Nah, ritual Tumbilotohe ini biasanya berlangsung sampai malam Idul Fitri atau malam takbiran.

3. Mopotilandthu

Mopotilandthu

Mopotilandthu – foto by: Alya Channel

Mopotilandthu merupakan Upacara Adat Suku Gorontalo yang juga masihs ering diadakan.

Mopotilandthu merupakan acara malam pertunangan antara laki-laki dan perempuan Suku Gorontalo yang sangat unik.

Acara ritual diawali dari kegiatan mengkhatamkan Al Quran yang dilakukan oleh kedua mempelai dan keluarga, setelah itu baru memasuki pada acara yang berikutnya yaitu calon mempelai pria dan wali menari Malopi Saronde yang hanya menggunakan selendang saja.

Calon mempelai pria bisa mengintip pandang calon istrinya yang sedang berada di kamar atau berada di pelaminan yang jauh dari tempatnya menari.

Tahapan ini terkadang membuat keluarga yang lain tertawa karena suasana benar-benar lucu namun tidak menghilangkan sisi romantisnya.

Setelah tarian sudah selesai, baru memasuki tahapan ritual yang ketiga yaitu mempelai wanita berbalas tarian.

Ketika calon istri sudah menyelesaikan tariannya, itu menandakan kalau si wanita sudah siap untuk mendampingi suami mengarungi kehidupan yang penuh dengan tantangan.

Selanjutnya si wanita kembali duduk di pelaminan, sedangkan si calon mempelai pria kembali ke rumahnya yang menandakan proses malam pertunangan telah selesai dilaksanakan.

**

Itulah beberapa upacara adat Suku Gorontalo yang populer dan masih tetap lestari sampai hari ini.

Semuanya ritual mengelaborasikan antara syariat islam dengan adat istiadat setempat karena penganut agama Islam di suku ini sangat banyak bahkan hampir semua masyarakat.

Jadi, semoga apa yang disampaikan di atas bisa menjadi informasi penting bagi Anda terutama yang ingin mengetahui lebih lengkap tentang aset kebudayaan bangsa.

Leave a Reply