Makna dan Sejarah Tari Adat Manduda - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Budaya, Tari Adat

Makna dan Sejarah Tari Adat Manduda

Tari adat Manduda

Tari adat Manduda Simalungun, Sumatera Utara-sumber: Senibudayaasia.com

Tari Adat Manduda ini merupakan seni tradisional yang berasal dari Provinsi Sumatera Utara, tepatnya di Simalungun. Masyarakat Simalungun pada jaman dahulu menyebut daerah tersebut dengan nama Sima-sima Nalungun yang artinya sebuah daerah yang sunyi sepi.

Hal ini terjadi karena masyarakatnya pada masa itu hidupnya saling berjauhan atau tidak berkumpul. Namun, lambat laun orang-orang mulai menyebutnya dengan nama Simalungun hingga sekarang.

Baca Juga ya : Pesona Tari Serampang Dua Belas, Tarian Tradisional Dari Sumatera Utara yang Memikat Para Penonton

Sejarah Tari Adat Manduda

Tari Adat Manduda

Tari Adat Manduda Simalungun-sumber: widodosantoso17.blogspot.com

Tari adat Manduda ini konon sudah ada pada jaman kerajaan Simalungun. Filosofi kenapa disebut Tari Manduda oleh masyarakat Simalungun adalah berawal dari kata Manduda yang asalnya dari ilah.

Ilah ini merupakan lagu rakyat penduduk Simalungun yang dinyanyikan oleh sekelompok orang dengan menggunakan nada yang berasal dari tepukan tangan. Kemudian dari ilah tersebut, masyarakat Simalungun mengubahnya ke dalam sebuah lagu (doding) yang berjudul Manduda.

Doding atau lagu Manduda adalah nyanyian yang berisi sebuah pesan supaya kaum yang lebih muda agar menghormati kaum yang lebih tua.

Makna atau pesan tersirat lainnya yang ada dalam lagu Manduda tersebut adalah menggambarkan kebersamaan dalam mengerjakan berbagai pekerjaan apapun. Hal ini agar kaum muda lebih mempunyai rasa hormat dan tanggung jawab terhadap apapun pekerjaan yang dilakoninya.

Lantas dari sinilah kemudian terciptalah sebuah tari yang berjudul sama dengan dodingnya atau lagunya yaitu tari Manduda, yang menunjukkan kebersamaan dalam mengerjakan hasil panen.

Makna Tari Adat Manduda

Tari adat Manduda

Tari adat Manduda, Simalungun Sumatera Utara-sumber: Radarmedan.com

Pengertian Tari Manduda secara umum bagi masyarakat Simalungun adalah menumbuk padi yang nantinya akan menjadi beras.

Tari atau kesenian tari bagi masyarakat di Kabupaten Simalungun adalah bentuk ucap syukur atas hasil yang mereka dapatkan.

Termasuk dalam Tari adat Manduda ini yang mengekspresikan rasa kebahagiaan masyarakat setempat dalam pesta panen. Tarian Manduda tersebut merupakan tari kreasi yang sudah menjadi tradisi dan budaya sebagai hasil dari ciri khas masyarakat Simalungun tersebut.

Baca Juga yaMenikmati Pantai Sri Mersing, Pantai Cantik di Sumatera Utara

Gerakan Tari adat Manduda tersebut terlihat lincah dan lemah gemulai seperti gerakan saat menampis dan mengirik padi. Dalam tarian ini sangat jelas menggambarkan sebuah kehidupan para petani yang tengah mengolah sawah mulai dari menanam padi hingga menuai padi yang tersirat melalui gerakan dalam pertunjukan tari Manduda.

Kabupaten Simalungun dalam sistem pemerintahannya tidak terbagi dua, tetapi masyarakat Simalungun sering menyebut daerah mereka dengan sebutan Simalungun Atas dan Simalungun Bawah.

Adanya penyebutan daerah Atas dan Bawah untuk menunjukkan letak geografis dari masing-masing daerah tersebut, bahwa daerah Simalungun Atas lebih tinggi dan letak geografis Simalungun Bawah lebih rendah.

Leave a Reply