Cara Klaim Asuransi Banjir menjadi informasi yang sangat penting bagi pemilik kendaraan, terutama di Indonesia. Banyak pemilik mobil dan motor mengalami kerugian besar akibat kendaraan terendam air. Mulai dari kerusakan mesin, sistem kelistrikan, interior hingga risiko kerusakan total.
Sayangnya, tidak sedikit yang gagal mendapatkan klaim karena kurang memahami prosedur dan ketentuan dalam polis asuransi. Padahal, jika dilakukan dengan benar, klaim asuransi banjir dapat membantu meringankan beban biaya perbaikan yang nilainya cukup besar.
Baca Juga:
6 Asuransi Kendaraan Yang Mengcover Kerusakan Banjir
6 Rekomendasi Asuransi Trip Buat 1 Minggu
Cara Klaim Asuransi Banjir

Cara Klaim Asuransi Banjir – Photo by SEVA
Berikut adalah cara klaim asuransi banjir untuk motor atau mobil, mulai dari jenis perlindungan hingga kesalahan yang membuat klaim ditolak.
Memahami Perlindungan Asuransi Banjir
Sebelum membahas cara klaim asuransi banjir, penting untuk memahami bahwa kerusakan akibat banjir tidak selalu otomatis ditanggung asuransi kendaraan. Umumnya, perlindungan banjir termasuk dalam perluasan (rider) dari asuransi All Risk atau Comprehensive.
Jenis Asuransi yang Bisa Mengcover Banjir

Jenis Asuransi yang Bisa Mengcover Banjir – Photo by BCA Finance
Berikut adalah beberapa jenis asuransi yang bisa mengcover banjir:
Asuransi All Risk (Comprehensive)
- Menanggung kerusakan ringan hingga berat, termasuk banjir jika ditambahkan perluasan.
Asuransi TLO (Total Loss Only)
- Biasanya hanya menanggung kerusakan total di atas 75% dan sering kali tidak mencakup banjir kecuali tertulis jelas di polis.
Untuk motor, perlindungan banjir biasanya tersedia pada asuransi motor All Risk atau paket khusus kendaraan bermotor dengan perluasan bencana alam.
Kondisi Kendaraan yang Umumnya Ditanggung Saat Banjir
Asuransi akan mempertimbangkan klaim jika kerusakan terjadi akibat banjir yang tidak disengaja dan bukan karena kelalaian pemilik kendaraan.
Kerusakan yang Umumnya Ditanggung:
- Mesin mati akibat terendam air
- Kerusakan ECU dan sistem kelistrikan
- Interior mobil rusak atau berjamur
- Sistem rem dan transmisi terganggu
- Kerusakan rangka akibat genangan lama
Kerusakan yang Umumnya Tidak Ditanggung:
- Kendaraan sengaja menerobos banjir
- Mesin dinyalakan saat kendaraan terendam
- Kerusakan akibat kelalaian pengemudi
- Klaim melewati batas waktu pelaporan
Cara Klaim Asuransi Banjir yang Benar dan Aman

Cara Klaim Asuransi Banjir yang Benar dan Aman
Berikut adalah langkah-langkah cara klaim asuransi banjir untuk motor atau mobil yang perlu diikuti agar klaim tidak ditolak.
1. Jangan Menyalakan Mesin Kendaraan
Langkah pertama dan paling penting adalah tidak menyalakan mesin kendaraan setelah terendam banjir. Menyalakan mesin dalam kondisi basah bisa memperparah kerusakan dan membuat asuransi menilai adanya kelalaian.
Jika kendaraan terendam:
- Matikan mesin (jika masih menyala)
- Lepaskan aki jika memungkinkan
- Biarkan kendaraan dalam kondisi mati
2. Dokumentasikan Kondisi Kendaraan
Dokumentasi menjadi bukti utama dalam proses klaim. Segera ambil foto dan video kendaraan dari berbagai sudut.
Dokumentasi yang disarankan:
- Foto kendaraan terendam atau bekas genangan
- Video kondisi mesin dan interior
- Foto lokasi banjir (jika memungkinkan)
- Catat waktu dan lokasi kejadian
Semakin lengkap dokumentasi, semakin besar peluang klaim disetujui.
3. Laporkan Klaim Sesuai Batas Waktu
Setiap perusahaan asuransi memiliki batas waktu pelaporan klaim, umumnya 3 x 24 jam sejak kejadian.
Cara melapor:
- Hubungi call center asuransi
- Laporkan melalui aplikasi resmi
- Datang langsung ke kantor cabang
- Hubungi agen asuransi Anda
- Pastikan menyebutkan bahwa klaim terkait kerusakan akibat banjir
4. Lengkapi Dokumen Klaim
Dokumen klaim harus lengkap dan sesuai ketentuan. Kekurangan dokumen sering menjadi penyebab utama klaim tertunda atau ditolak.
Dokumen yang biasanya dibutuhkan:
- Formulir klaim asuransi
- Fotokopi polis asuransi
- STNK kendaraan
- KTP pemilik kendaraan
- SIM pengemudi (jika diminta)
- Foto dan video kerusakan
- Surat keterangan banjir (jika diminta)
5. Survey dan Pemeriksaan oleh Pihak Asuransi
Setelah laporan diterima, pihak asuransi akan melakukan survey atau pemeriksaan kendaraan, baik melalui:
- Surveyor lapangan
- Bengkel rekanan
- Inspeksi online (video call)
Surveyor akan menilai:
- Tingkat kerusakan
- Penyebab kerusakan
- Kesesuaian dengan polis
Pastikan jujur dan kooperatif selama proses survey.
6. Penentuan Bengkel dan Proses Perbaikan
Jika klaim disetujui, kendaraan akan diperbaiki di bengkel rekanan asuransi. Untuk mobil baru, biasanya bisa memilih bengkel resmi.
Proses perbaikan meliputi:
- Pengeringan dan pembersihan
- Pemeriksaan mesin dan kelistrikan
- Penggantian komponen rusak
- Uji fungsi kendaraan
Waktu perbaikan tergantung tingkat kerusakan dan ketersediaan suku cadang.
Cara Klaim Asuransi Banjir untuk Motor
Proses klaim motor hampir sama dengan mobil, namun ada beberapa perbedaan kecil.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Pastikan asuransi motor Anda mencakup banjir
- Jangan menyalakan motor setelah terendam
- Biasanya klaim motor lebih cepat diproses
- Bengkel rekanan motor lebih terbatas
Motor yang terendam hingga mesin biasanya membutuhkan penggantian oli, pembersihan ruang bakar, dan pemeriksaan sistem injeksi atau karburator.
Kesalahan Umum yang Membuat Klaim Banjir Ditolak
Penting untuk mengetahui cara klaim asuransi banjir yang benar, karena banyak klaim gagal karena kesalahan pemilik kendaraan.
Kesalahan yang sering terjadi:
- Terlambat melaporkan klaim
- Tidak memiliki perluasan banjir
- Kendaraan sengaja menerobos banjir
- Mesin dinyalakan setelah terendam
- Dokumen klaim tidak lengkap
Menghindari kesalahan ini akan meningkatkan peluang klaim Anda disetujui.
Tips Agar Klaim Asuransi Banjir Disetujui

Tips Agar Klaim Asuransi Banjir Disetujui – Photo by Lifepal
- Selalu tambahkan perluasan banjir sejak awal
- Simpan polis dan kontak asuransi dengan baik
- Dokumentasikan kejadian secepat mungkin
- Jangan melakukan perbaikan sendiri sebelum survey
- Gunakan bengkel rekanan asuransi
Apakah Klaim Asuransi Banjir Gratis?
Tidak sepenuhnya gratis. Umumnya ada biaya Own Risk (OR) atau risiko sendiri yang harus dibayar pemilik kendaraan, biasanya berkisar:
- Mobil: Rp 300.000 – Rp 500.000 per kejadian
- Motor: tergantung kebijakan polis
Namun biaya ini jauh lebih kecil dibandingkan total biaya perbaikan.
Keunggulan Asuransi Kendaraan Sinar Mas
5 Alasan Mengapa Harus Memilih Asuransi Astra Life
Cara Klaim Asuransi Banjir untuk motor atau mobil sebenarnya tidak sulit jika Anda memahami prosedur dan ketentuan polis. Kunci utama keberhasilan klaim adalah tidak panik, tidak menyalakan mesin, melapor tepat waktu, dan melengkapi dokumen.
Dengan mengetahui cara klaim asuransi banjir yang benar, kerugian akibat banjir dapat diminimalkan secara signifikan. Selain itu, memahami proses klaim sejak awal bisa membantu menghadapi risiko banjir di masa depan.
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.