Tari Cerana, Sambutan Saat Datang ke Kupang - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Budaya, Tari Adat

Tari Cerana, Sambutan Saat Datang ke Kupang

Tari Cerana, Sambutan Saat Datang ke Kupang 1

Sebagai salah satu tari tradisional, tari cerana diiringi oleh musik tradisional juga. Keunikannya adalah alat musik pengiring berupa Sasando. Sasando dimainkan dengan irama yang bertempo lambat agar selaras dengan gerakan penari. Alunan musik yang dihasilkan ini sangat khas dan merdu. Tak heran jika tamu yang datang bisa menikmati alunan musik yang sedap dan juga tarian yang indah.

Baju dan Atribut Penari

Saat menari tradisional, tentu ada pakaian khusus yang wajib dikenakan para penari. Seperti halnya tari cerana, ada baju khusus yang merupakan pakaian adat. Ada perbedaan baju yang dikenakan bagi penari laki-laki dan perempuan.

Bagi penari perempuan, atribut terdiri dari sarung panjang yang membalut tubuh dari bagian dada hingga mata kaki. Rambut mereka pun dibentuk konde dan diberi hiasan berupa ikat kepala berbentuk bulan sabit. Lalu, mereka pun memakai aksesoris seperti gelang dan sabuk khas baju adat. Satu lagi yang terpenting adalah kotak yang harus dibawa.

Penari laki-laki memakai pakaian adat yang berlengan panjang disertai sarung dan kain selempang khas baju adat. Atribut lain adalah penggunaan kalung dan aksesoris kepala yang bisa berupa ikat atau ti’i langga tergantung tiap daerah.

Baca juga6 Tempat Wisata di Baa Rote Ndao

Nah, itulah sedikit tentang tari cerana. Budaya khas dari Nusa Tenggara Timur memang beragam. Tari Cerana ini pun menjadi salah satu yang bisa ditemui saat berwisata ke Kupang. Saat berwisata menikmati pemandangan alam disana, sambil mempelajari berbagai keunikan dari budaya akan menjadi pengalaman unik yang tak terlupa. Jadi, saat berkunjung ke Nusa Tenggara Timur dan disambut tari cerana, jangan lupa untuk ikuti prosesi mengunyah sirihnya!

 

Leave a Reply