6 Tari Adat Tradisional Dari Sulawesi Tengah - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Tari Adat

6 Tari Adat Tradisional Dari Sulawesi Tengah

Tari Adat Tradisional dari Sulawesi Tengah

Tari Lumense, Tari Adat Tradisional dari Sulawesi Tengah - Sumber : kebudayaan.kemdikbud

4. Tari Peule Cinde

Tari Adat Tradisional dari Sulawesi Tengah

Tari Peule Cinde, Tari Adat Tradisional dari Sulawesi Tengah – Sumber : Youtube

Tari Peule Cinde mempunyai sejarah di masa lalu yang berhubungan dengan penyambutan tamu. Meskipun sudah lama ada, tarian ini masih tetap ditampilkan terutama untuk penyambutan tamu yang dianggap agung misalnya Walikota, Presiden dan Gubernur.

Ciri khas tarian ini adalah taburan bunga oleh penari pada tamu yang hadir ketika tarian sudah berakhir. Acara menaburkan bunga tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap tamu yang hadir di Sulawesi Tengah.

Seperti yang kita ketahui, pengunjung Sulawesi Tengah sangat banyak dari berbagai penjuru tanah air maupun mancanegara.

5. Tari Balia

Tari Adat Tradisional dari Sulawesi Tengah

Tari Balia, Tari Adat Tradisional dari Sulawesi Tengah – Sumber : silontong

Taria Balia juga salah satu tari adat tradisional dari Sulawesi Tengah yang masih sering ditampilkan di berbagai acara. Tarian ini berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap makhluk dan roh halus. Tarian ini memiliki konsep pemujaan benda  – benda keramat yang berhubungan dengan seseorang yang “kerasukan” roh jahat.

Ditinjau dari nama tarian ini, kata Balia berarti “Tantang dia”. Maksud dari kata tersebut adalah menantang atau melawan setan yang masuk ke dalam raga manusia. Hingga sekarang, tarian Balia diyakini sebagai tarian penyembuh segala penyakit.

Ada atau tidaknya makhluk halus yang masuk ke dalam tubuh manusia ditentukan irama pukulan Lalove dan Gimba sebagai pengiring jalannya upacara dan tarian tersebut.

Baca Juga : Bikin betah! 6 Tempat Wisata Eksotis di Karang Tinggi

6. Tari Dopalak

Tari Adat Tradisional dari Sulawesi Tengah

Tari Dopalak, Tari Adat Tradisional dari Sulawesi Tengah – Sumber : gurukatro

Tari Dopalak merupakan tari adat tradisional dari Sulawesi Tengah. Tarian ini dimainkan oleh 7 penari wanita yang salah satunya bertugas sebagai palima atau kepala penari. Sementara 6 penari lainnya merupakan dayang – dayang.

Tarian ini menggambarkan tujuh orang pembawa dulang yang sedang memeragakan gerakan mendulang emas. Kepala penari atau palima maju terlebih dahulu memeragakan gerakan mencari tempat yang mengandung emas, kemudian diikuti penari lain.

Kemudian tarian dilanjutkan dengan gerakan mengambil pasir yang bercampur dengan emas kemudian dilanjutkan dengan gerakan mendulang emas. Selendang yang berperan sebagai properti tari juga menggambarkan sebuah penyaring emas.

Tarian Dopalak biasa diiringi dengan seperangkat alat music Kakula. Tarian ini tidak memakan waktu yang lama yakni sekitar 7 menit saja.

Baca Juga : Destinasi Liburan Bermakna di Lau Mentar, Sumatera Utara

Itulah keenam dari tari adat tradisional dari Sulawesi Tengah yang bisa Anda jadikan penambah wawasan. Jika Anda tertarik mempelajari tarian- tarian di atas, malah semakin bagus karena itu merupakan upaya melestarikan tarian daerah di Indonesia.

Leave a Reply