Sejarah Dan Makna Tari Keurseus - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Tari Adat, Budaya

Sejarah Dan Makna Tari Keurseus

Tari Keurseus

Tari Keurseus

Berbekal pendidikan tari yang didapatkannya dari Rd. Hj. Koesoemaningroem, penari di Kabupaten Sumedang pada tahun 1905 – 1913 serta Sentana (Wentar), pengamen Topeng dari Palimanan, Cirebon tahun 1914, beliau menyusun dan merapikan Tari Tayub tersebut.

R. Sambas Wirakoesoemah membuka perguruan tarinya bernama Wirahmasari yang didirikan tahun 1920 di Rancaekek dan para muridnya kebanyakan berasal dari kalangan menak atau bangsawan.

Pelajaran tari yang diajarkan begitu sistematis atau dalam bahasa Belanda dikenal dengan istilah Cursus. Ketika dilafalkan dalam bahasa sunda menjadi Keurseus, sehingga tarian ini dikenal dengan nama Tari Keurseus.

Gerakan Tari Keurseus

Gerakan Tari Keurseus

Gerakan Tari Keurseus – Foto: ronaldoruzali

Dalam pertunjukkan Tari Keurseus terdapat aturan tertentu. Tari Keurseus memiliki kekayaan gerak dan nilai estetis yang tinggi. Berikut ini bentuk penyajian gerak Tari Keurseus yang terbagi menjadi lima tahap:

  1. Tari Lenyepan: penyajian dengan karakter lembut nan halus serta selaras dengan Satria Lungguh.
  2. Tari Gawil: penyajian dengan karakter lanyap atau landak serta selaras dengan Satria Dangah.
  3. Tari Kawitan: penyajian dengan karakter lenyap serta Ponggawa.
  4. Tari Gunungsari: penyajian dengan karakter Ponggawa Lungguh.
  5. Tari Kastawa: penyajian dengan karakter Agung.
Penyajian Gerak Pokok
  • Gerak pelengkap Tari Keurseus berupa gerak sisipan untuk memperindah gerak dan sikap.
  • Gerak pokok Tari Keurseus berupa bentuk penyajian gerak unsur serta penghubung dan peralihan.
  • Gerak unsur Tari Keurseus berupa kesatuan dari bentuk yang terdapat pada kaki, tangan, lengan, kepala, bahu, leher, badan dan mata.
  • Gerak peralihan Tari Keurseus berupa bentuk penyajian gerakan untuk perpindahan adegan.

Iringan musik dalam Tari Keurseus berasal dari alat musik gamelan Jawa Barat. Sedangkan, lagu yang dimainkan untuk tarian ini adalah lagu ageung, opak wilet dan naik kering dua dan tiga dengan tempo 4 gurudugan.

Busana Tari Keurseus

Busana Tari Keurseus

Busana Tari Keurseus- Foto: irmayanti03

Busana yang dipakai dalam Tari Keurseus menyerupai pakaian menak atau bangsawan pada masa lampau sesuai sejarah dan makna Tari Keurseus, yakni baju dengan model takwa tutup, prangwadana atau jas buka.

Sinjang (kain panjang) pada para penarinya menggunakan berbagai motif batik. Motif batik tersebut biasanya menggunakan motif Garutan atau motif lain yang terdapat di priangan.

Tak ketinggalan pula dilengkapi dengan tutup kepala model iket lohen (polontosan) atau disebut dengan Bendo Citak. Selain itu, diselipkan juga sebilah keris di ikat pinggang kanan belakang dan ada selendang dikaitkan pada keris.

Demikianlah rangkuman mengenai sejarah dan makna Tari Keurseus. Semoga menambah wawasan kamu soal kebudayaan Indonesia khususnya tarian tradisional asal Jawa Barat ini.

Leave a Reply