Asal Usul & Sejarah Tari Tulang Bawang - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Tari Adat

Asal Usul & Sejarah Tari Tulang Bawang

Tari Bedayo Tulang Bawang

Tari Bedayo Tulang Bawang - photo credit: jejamo.com

Arah timur dimaknai sebagai awal munculnya cahaya matahari yang merupakan cahaya yang menerangi dunia. Matahari merupakan hal fundamental untuk kehidupan manusia, sebagai sumber energi untuk beraktivitas.

Lambat laun, pertunjukan Tari Bedayo Tulang Bawang menjadi tradisi karena tiap purnama dipentaskan di Candi Gughi.

Saat bangsa Portugis datang ke Lampung, kemudian masuk wilayah Tulang Bawang, mereka sering melihat tarian ini. Mereka menyebutnya sebagai kebudayaan orang Menggala di Tulang Bawang. Dari sinilah, Suku Menggala kemudian menyebut tarian ini dengan nama Tari Bedayo Tulang Bawang.

Tari Tulang Bawang

Tari Tulang Bawang – photo credit: tulangbawanglampung.blogspot.com

Bertahun-tahun berlalu, banyak orang-orang dan anak-anak bangsawan mempelajari tarian ini. Misalnya, Ratu Dandayanti yang merupakan seniman asal Lampung yang sering menari di Istana Negara pada masa Bung Karno menjadi presiden. Ia termasuk satu di antara sedikit orang yang sangat memahami Tari Bedayo Tulang Bawang.

Baca juga ya:

Ratu Dandayanti ini mempelajari tarian ini ketika ia remaja, pada tahun 1940-an. Selain itu, seorang keturunan bangsawan bernama marwansyah Warganegara juga mempelajari tarian ini saat ia remaja pada tahun 1950-an. Marwansyah Warganegara adalah seorang pensiunan PNS yang juga merupakan warga Tulang Bawang.

60 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2010, Tari Bedayo Tulang Bawang pernah dipentaskan pada Perayaat HUT Kabupaten Tulang Bawang.

***

Itulah tadi kisah asal usul dan sejarah Tari Bedayo Tulang Bawang. Tarian ini sempat mengalami masa kritis, karena tidak ada yang menarikannya lagi. Juga tidak banyak orang yang cukup menguasai tarian ini. Sehingga, Tari Bedayo Tulang Bawang hampir punah. Hanya dapat ditemui pada catatan-catatan literatur saja. Tidak dapat disaksikan pementasannya lagi.

Namun, akademi Universitas Lampung bernama I Wayan Mustika, berhasil merekonstruksi Tari Bedayo Tulang Bawang ini. Hasil rekonstruksi tarian ini dituliskannya dalam buku yang berjudul Membangkitkan Kembali Tari Bedayo Tulang Bawang.

Dalam melakukan rekonstruksi tersebut, I Wayan Mustika melakukan riset langsung di lapangan dengan menemui orang yang pernah menarikan tari tersebut. Tidak lain adalah Ratu Dandayanti dan Marwansyah Warganegara yang sudah berusia senja.

Pasca rekonstruksi ini, Tari Bedayo Tulang Bawang dipentaskan untuk pertama kalinya pada acara Ulang Tahun Kabupaten Tulang Bawang pada awal tahun 2010 lalu.

Semoga Tari Bedayo Tulang Bawang ini terus lestari sehingga dapat disaksikan oleh generasi-generasi selanjutnya.

Leave a Reply