Asal Usul dan Sejarah Tari Kataga - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Budaya, Tari Adat

Asal Usul dan Sejarah Tari Kataga

Tari-Kataga

Tari Kataga

Gerakan tari kataga didominasi gerakan mengayunkan pedang dan gerakan kaki yang melompat-lompat diikuti gerakan badan seperti gerakan untuk menghindari serangan lawan. Dan diselengi gerakan menepukan perisai atau tameng saat dilakukan formasi berbaris serta teriakan keras yang cukup nyaring pada saat menyerang lawan.

Tarian kataga ditampilkan dengan penuh semangat dan enerjik oleh para penarinya. Setiap gerakan dalam tarian ini terbilang sulit, sehingga hanya orang terlatih yang dapat melakukannya dan dibutuhkan kekompakan para penari agar tarian terlihat indah.

Pentas seni tari kataga umumnya dimainkan oleh 8 orang atau lebih, para penari kataga ini didominasi oleh kaum laki-laki. Selama berlangsungnya pertunjukan tarian ini yang diiringi dengan beberapa alat musik seperti: gong dimainkan dengan tempo cepat, suara teriakan para penari saat menyerang lawan.

Selain itu juga ada suara tepukan perisai atau tameng, dan suara gemrincing berasal dari benda lonceng kecil yang dipakai pada badan penari, serta diatur juga kesesuaian gerakan tari dengan musik pengiring sehingga menghasilkan sebuah pertunjukan sangat indah dengan perpaduan suara yang khas.

Baca Juga ya : 6 Kuliner dan Makanan Khas Atambua Kabupaten Belu

Nilai dan Makna Tari Kataga

Tari Kataga merupakan salah satu kesenian tari tradisional yang ada di Indonesia, dan mempunyai nilai seni terlihat dari setiap gerakan para penari yang dihasilkan dari perpaduan seni tari dan seni perang masyarakat sumba, Sedangan nilai filosofis dan makna yaitu tarian kataga dijadikan sebagai simbol ketangkasan, keberanian dalam menegakan kebenaran.

Tari Kataga juga ada nilai histrorisnya karena tari kataga merupakan tarian yang diangkat berdasarkan sejarah masyarakat sumba pada zaman megalitikum di Anakalang. Kini tarian kataga dijadikan sebagai hiburan seni tari, yang syarat akan nilai dan makna di dalamnya. Tarian ini dapat dijadikan menjadi pembelajaran mengenai sejaranya.

Leave a Reply