6 Tempat Wisata di Majene, Sulawesi Barat - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Pulau, Alam, Daftar Wisata, Museum, Pantai

6 Tempat Wisata di Majene, Sulawesi Barat

Pulau Idaman di Majene

Pulau Idaman - photo credit: jalanwisata.id

Baca juga ya:

  • Kunjungi Taman Nasional di Sulawesi Tengah yang penuh keanekaragaman hayati ini yuk!
  • Mengunjungi Danau Tempe di Sulawesi Selatan ini pasti akan menyenangkan sekali

Selain menjadi sarana utama bagi pengunjung untuk berkeliling menikmati keindahan hutan mangrove ini, jembatan kayu ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Sebab, jembatan kayu didesain sedemikian rupa dan dicat dengan beragam warna, sehingga tampak lebih menarik.

Kawasan hutan mangrove ini juga dilengkapi dengan gazebo-gazebo yang tersebar di pinggiran dan tengah hutan. Jadi, kamu bisa menikmati sejuknya udara hutan mangrove dengan duduk-duduk santai di gazebo-gazebo ini.

Karena lokasinya yang berada di pesisir laut, kamu juga bisa sambil menikmati keindahan laut biru dan suara deru gelombang laut di seberang. Jika kamu datang di sore hari, kamu juga bisa menikmati matahari terbenam dari hutan mangrove ini.

Untuk menikmati keindahan dan kesejukan hutan mangrove ini, kamu hanya perlu membeli tiket seharga Rp. 2000 per orang. Wah, murah sekali bukan?

Pantai Batu Raja, Majene

Pantai Batu Raja Majene

Pantai Batu Raja – photo credit: jalanwisata.id

Pantai Batu Raja adalah salah satu dari sekian banyak wisata pantai yang eksotis di Kabupaten Majene. Pantai yang terletak di Desa Bukit Samang, Kecamatan Sendana ini memiliki pasir putih dengan air laut berwarna biru.

Pantai ini berhasil memikat wisatawan di Tanah Mandar untuk mengunjunginya, terlebih yang sedang mencari spot foto yang bagus. Yang menjadi daya tarik utama pantai ini adalah hamparan batu besar di sepanjang bibir pantai.

Deretan batuan itu tampak seperti tebing dari kejauhan. Batu-batu besar inilah yang membuat suasana pantai selalu sejuk dari teriknya sinar matahari. Ditambah lagi dengan pemandangan matahari terbenam di sore hari yang amat eksotis, menambah pesona Pantai Batu Raja.

Di salah satu bagian pantai ini, kamu akan menemukan fosil kaki manusia raksasa. Mungkin, inilah salah satu alasan pantai ini bernama Pantai Batu Raja. Ketika air laut surut, kamu akan melihat tapak kaki raksasa.

Pantai Batu Raja memiliki dua sisi yang amat berlainan. Di satu sisi, pantai ini mengesankan keindahan alam yang menakjubkan dan eksotis. Tetapi,  di sisi lain pantai ini memiliki kesan misterius dengan tapak kaki raksasa dan merupakan teluk lokasi jatuhnya pesawat Adam Air pada tahun 2007.

Rasanya, justru dengan hal itulah yang membuat pantai ini menarik dan mempesona, bukan begitu?

Museum Manda, Majene

Museum Mandar di Majene

Museum Mandar – photo credit: pidii.info

Majene memang kaya akan potensi wisata alam. Tetapi bukan berarti Majene tidak memiliki wisata lain. Museum Mandar adalah alternatif wisata bagi kamu yang menyukai peninggalan sejarah dan budaya.

Berwisata sejarah sambil membayangkan seperti apa kehidupan di Majene dahulu dengan Suku Mandarnya yang terkenal sebagai pelaut ulung, tentu akan sangat menyenangkan, bagi kamu yang menyukainya.

Di Museum Mandar, kamu bisa melihat berbagai jenis replika perahu tradisional. Di antaranya, ada perahu body (perahu tanpa layar), perahu dengan satu dan dua layar. Seperti, perahu Sandeq, perahu Ba’go, dan perahu Lete’.

Perahu Sandeq merupakan perahu khas Suku Mandar yang sisi depan dan belakangnya runcing. Perahu Lete’ adalah perahu dengan ukuran kecil tetapi mampu mengangkut barang hingga 15 ton. Sedangkan perahu Ba’go bisa mengangkut barang hingga 100 ton.

Tak hanya urusan laut, museum yang terletak di Jl Raden Suradi no. 17, Pangali-ali, Kecamatan Banggae ini juga menampilkan beragam informasi mengenai kebudayaan suku Mandar. Kamu bisa melihat koleksi pakaian adat, peralatan rumah tangga, hingga bentuk rumah orang-orang Suku Mandar.

Jika kamu berkunjung ke Majene, tidak ada salahnya menjadikan Museum Mandar sebagai salah satu destinasi wisatamu.

Kawasan Kuliner Somba, Majene

Kawasan Kuliner Somba di Majene

Kawasan Kuliner Somba – photo credit: travel.tempo.co

Kawasan Kuliner Somba merupakan tempat yang cocok bagi kamu yang suka wisata kuliner dan ingin mencicipi lezatnya kuliner khas Majene. Kawasan kuliner Somba berada di Kelurahan Moso, Kecamatan Sendana yang berjarak sejauh 31 km atau 45 menit dari ibukota kabupaten Majene.

Di kawasan kuliner ini, kamu bisa menikmati Jepa dan Ikan Terbang, kuliner khas Majene. Jepa sendiri merupakan salah satu makanan khas Suku Mandar yang dahulu digunakan sebagai makanan pokok orang Mandar.

Jepa terbuat dari ubi kayu dengan campuran kelapa. Apabila dilihat sepintas, Jepa akan tampak seperti pizza karena bentuknya bundar. Tetapi, tanpa saus tomat dan berbagai macam toping di atasnya.

Orang Mandar seringkali menyebut Jepa sebagai “Pizzanya Tomandar” atau Pizzanya orang Mandar. Jepa dihidangkan bersama dengan Ikan Terbang Bakar (atau disebut juga dengan “Bau Tuing-Tuing oleh warga lokal) dan sambal tomat.

Sajian perpaduan Jepa dan Ikan Terbang Bakar ini terbukti berhasil menarik banyak wisatawan kuliner untuk menyantapnya. Di kawasan ini, kamu bisa menemukan banyak sekali penjual Jepa berderetan dengan asap dari Ikan Terbang Bakar yang mengepul.

Harganya pun murah meriah. Untuk menyantap satu porsi Jepa lengkap dengan Ikan Terbang Bakar, kamu hanya perlu merogoh kocek kurang dari Rp. 20.000. Satu lembar Jepa hanya dibanderol seharga Rp. 1000 saja. Sedangkan satu porsi Ikan Terbang Bakar berisi 7 ekor ikan seharga Rp. 10.000 saja. Murah banget kan?

***

Baiklah, itu tadi 6 destinasi wisata di Kabupaten Majene yang tidak pernah sepi pengunjung. Selalu jaga kebersihan ketika kamu berwisata ya, agar kebersihan dan kelestariannya selalu terjaga.

Leave a Reply