6 Tempat Wisata di Dobo Kabupaten Kepulauan Aru - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Daftar Wisata, Alam, City Tour, Desa Wisata, Pantai, Pulau

6 Tempat Wisata di Dobo Kabupaten Kepulauan Aru

Dobo Pantai Wangel

Sumber Wangel.desa.id

Batu tersebut mengandung nilai sejarah yaitu diceritakan konon pecahan batu itu merupakan tonggak penentu kasta kehidupan sosial masyarakat setempat. Berawal dari perang antara 2 orang bersaudara bernama Ursia dan Urlima. Mereka berperang untuk membuktikan siapa yang layak menjadi sulung di antara mereka. Urlima menggunakan ikan paus sebagai simbolnya sedangkan Ursia menggunakan ikan hiu sebagai simbolnya.

Kedua saudara tersebut melakukan lomba mendayung yang dimulai dari Fatujuring, sebuah desa di Aru Selatan. Di tengah perlombaan, Ursia gagal mencapai garis akhir karena sampannya karam oleh gelombang dan akhirnya Urlima yang berhasil mencapai garis akhir kemudian sampannya menabrak bongkahan batu hingga terpecah menjadi 3 bagian.

Dari hasil perlombaan dayung akhirnya didapatkan bukti bahwa Urlima yang merupakan sulung dalam strata sosial masyarakat Aru. Seorang tokoh masyarakat Aru yang juga merupakan mantan Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru, bernama Benny Tulanem, meyakini bahwa persitiwa pecahnya batu tersebut adalah sebuah bukti nyata. Hal ini dipercaya warga dan diperkuat dengan adanya seekor paus yang terdampar setiap tahunnya pada rentang waktu Januari hingga April.

6. Desa Lorang
Dobo Desa Lorang

Sumber UD.jalaksuren

Belum banyak yang mengetahui potensi wisata yang ada di Desa Lorang. Padahal, desa Lorang ini menyimpan jutaan pesona. Desa Lorang kerap juga disebut Lorang Balakoi, yang artinya adalah tanah merah. Pengunjung akan disambut dengan warna hijau dari pepohonan mangrove.

Memiliki struktur tanah merah dan batuan karst, Desa Lorang dikelilingi oleh hutan mangrove yang dihuni oleh berbagai satwa misalnya rusa, kuskus, babi hutan, dan ratusan jenis burung termasuk yang diberi julukan sebagai burung dari surga yaitu burung cendrawasih yang juga merupakan ikon kabupaten Kepulauan Aru.

Untuk setiap pendatang yang baru pertama kali datang ke Desa Lorang ini, akan mendapat sambutan dari warga dengan menggunakan daun sirih, pinang, dan juga perahu semang. Upacara adat ini menyimbolkan keterbukaan masyarakat Desa Lorang.

Rasanya wajar bila ada warga yang mengatakan “Kalo su inja tana mera Lorang satu kali, pasti bale lae” yang artinya adalah siapa yang pernah mendatangi Desa Lorang pasti rasanya ingin kembali lagi.

 

Baca juga:

6 Tempat wisata di Bula Kabupaten Seram Bagian Timur

5 Tempat Wisata di Selayar

Leave a Reply