4 Cerita Rakyat Dari Sumatera Selatan - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Cerita Rakyat, Budaya

4 Cerita Rakyat Dari Sumatera Selatan

pulau kemaro

pulau kemaro - foto ig @leosuwandi

baca juga :

3. Asal Mula Nama Palembang

Kota Palembang sumatera selatan

Kota Palembang sumatera selatan – foto beritagar.id

Alkisah ketika Putri Ayu Sundari dan pengiringnya masih berada di Bukit Seguntang Mahameru.

Di sana ada sebuah kapal yang mengalami kecelakaan di pantai Sumatra Selatan.

Tiga orang kakak beradik itu ada*lah putra raja Iskandar Zulkarnain. Mereka selamat dari kecelakaan dan terdampar di Bukit Seguntang Mahameru.

Mereka disambut Putri Ayu Sundari. Putra tertua Raja Iskandar Zulkarnain.

Sang Sapurba kemudian menikah dengan Putri Ayu Sundari dan kedua saudaranya menikah dengan keluarga putri itu.

Karena Bukit Seguntang Mahameru berdiam di Sungai Melayu, maka Sang Sapurba dan istrinya mengaku sebagai orang Melayu.

Anak cucu mereka kemudian berkembang dan ikut kegiatan di daerah Lembang. Nama Lembang semakin terkenal.

Kemudian ketika orang hendak ke Lembang selalu mengatakan akan ke Palembang.

Kata pa dalam bahasa Melayu tua menunjukkan daerah atau lokasi dan pertumbuhan ekonomi semakin ramai.

Sungai Musi dan Sungai Musi Banyuasin menjadi jalur per*dagangan kuat terkenal sampai ke negara lain. Nama Lembang pun berubah menjadi Palembang.

4. Kisah Raden Alit dan Dayang Bulan

Raden Alit dan Dayang Bulan

Raden Alit dan Dayang Bulan – foto ceritarakyatnusantara.com

Cerita Rakyat Dari Sumatera Selatan yang juga sangat terkenal adalah legenda Kisah Raden Alit dan Dayang Bulan.

Raja Tanjung Kemuning, Sumatera Selatan, memiliki seorang putra yang bernama Raden Alit dan putri Dayang Bulan.

Suatu ketika, kakak perempuannya, Dayang Bulan diculik oleh Malim Hitam, putra Ratu Ageng dari Negeri Salek Alam.

Selang beberapa tahun tinggal di Bumi, malapetaka menimpa keluarga Ratu Ageng.

Putrinya Dayang Bulan meninggal dunia lantaran digigit ular lidi.

Kematian putrinya itu membawa duka yang dalam bagi Ratu Ageng dan permaisurinya.

Singkat cerita, Raden Kuning dan Raden Alit pun meminta bantuan kepadanya untuk mencari tahu keberadaan Dayang Bulan.

Setelah Serincung Dabung melakukan nujum, akhirnya diketahui bahwa Dayang Bulan juga diculik oleh putra raja Negeri Salek Alam yang bernama Malim Hitam.

Setibanya kembali di Bumi, Raden Alit mengeluarkan seluruh kesaktiannya sehingga mampu melemparkan kedua musuhnya tersebut ke langit.

Begitu mereka tiba di langit, Nenek Dewa segera memasukkannnya ke dalam sangkar besi. Sementara itu, Dayang Bulan dan Dayung Ayu kembali berwujud manusia.

Akhir kisah , Ratu Ageng beserta seluruh keluarganya datang ke tempat Raja Jin untuk mengadakan pesta perkawinan Raden Alit dengan Salipuk Jantung Pandan.

Selanjutnya, Raden Alit dan istrinya pun hidup bahagia.

Sumber refrensi : Histori.id

Leave a Reply